Teroris di Medan Belum Punya Target Ledakan
Kelompok teroris yang berada di Sumatera Utara sampai sejauh ini belum memiliki target operasi untuk ledakan.
Penulis:
Richard Tampubolon
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kelompok teroris yang berada di Sumatera Utara sampai sejauh ini belum memiliki target operasi untuk ledakan. Sejauh ini teroris yang berada di Sumut tersebut masih sebatas berlatih dan menggalang dana untuk gerakan di daerah lain.
Hal itu diutarakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Iskandar Hasan kepada wartawan usai konfrensi dengan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri di Mapolda Sumut, Senin (20/9/2010) malam.
Namun kata dia, secara keseluruhan gerakan terorisme di Sumut mulai bergerilya sejak Januari 2010. "Mereka belum punya target ledakan. Namun mereka sudah beroperasi sejak Januari lalu," katanya.
Dia menyebutkan, terbongkarnya jaringan terorisme di Sumut berdasarkan kelihaian pihaknya mengaitkan berbagai kasus perampokan yang terjadi sejak April lalu. Dimana saat itu hingga Agustus tercatat ada empat kasus yang sudah terjadi. "Dari sinilah titik tolak kita menyelidiki kasus ini," katanya.
Menurutnya, Sumut saat ini menjadi tempat pencarian dana bagi gerakan tersebut. Aksi ini dipimpin oleh orang berinisial I. Sedangkan dananya itu digunakan untuk operasi terorisme. Saat ini, kata dia, sudah 18 teroris tertangkap di Sumut, sedangkan sisanya masih ada 33 teroris lagi yang masih berkeliaran.
"Sisanya dalam waktu dekat akan kita tangkap," katanya.
Sementara Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, dalam operasinya, teroris ini dibebani kewajiban-kewajiban tertentu dalam kelompoknya. Mereka juga terintegrasi dengan pihak asing. Dia mengatakan, saat ini satu tersangka berada di luar negeri.
"Kita sudah kerjasama. Uang hasil kejahatan itu akan digunakan untuk hal yang dianggap shahih bagi kelompok mereka. Ini satu bentuk upaya kita untuk mencegah adanya upaya teroris," katanya.
Disebutkannya, teroris ini menyebar di 13 titik di Sumut, sehingga sulit mengendus keberadaan mereka. "Dan mereka ini semua bukan warga Sumut. Makanya kita minta masyarakat lebih peka," katanya.(*)