Presiden SBY: Jangan Sampai Seperti Tragedi Sampit
Presiden SBY mengingatkan agar perisiwa bentrokan yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur, jangan
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Johnson Simanjuntak
Dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (29/9/2010) Presiden SBY menyatakan keprihatinannya atas terjadinya kekerasan antar komunitas di Kalimantan Timur itu. Presiden menyatakan, sudah mengintruksikan kepada Kapolri, Panglima TNI, termasuk Gubernur Kalimantan Timur untuk segera menyelesaikan kasus ini secepatnya.
"Kejadian seperti ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah yang cepat dan tepat, harus tuntas. Kita punya pengalaman 10 tahun lalu ketika terjadi konflik etnis di Kalimantan Tengah. yang disebut dengan peristiwa Sampit," ujar Presiden.
"Bermula dari perselisihan atau perkelahian antara satu dua orang dari komunitas berbeda. Kemudian meluas, membesar sampai terjadi konflik yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Saya ingatkan kepada tiga pejabat yang tadi pagi saya beri instruksi, dulu kenapa persitiwa Sampit jadi luas dan besar, karena saat terjadi kekerasan, tidak dilakukan langkah cepat, tepat terpadu dan tuntas," papar Presiden.
Semula, kata Presiden, dipikirkan peristiwa biasa. Namun, meski terlambat, peristiwa ini langsung ditangani dengan cepat. Dengan mengirimkan pasukan yang lebih besar termasuk TNI untuk mengambil langkah-langkah cepat dan sistematis agar secepatnya bisa dituntaskan.
"Saya berharap yang terjadi di Kaltim tidak terjadi seperti yang dulu. Dengan syarat langkah-langkah yang sekarang ini terpadu cepat dan tepat dan pejabat turun ke lapangan untuk melakukan langkah yang nyata," tandas Presiden.
"Lindungi yang tidak bersalah, karena ini berangkat dari masyarakat. Saya berharap, gubernur, bupati walikota, tokoh agama dan adat turun ke lapangan, menyadarkan semuanya. Jangalah terus dikembangkan kekerasan seperti ini," katanya lagi seraya menghimbau kedua suku yang terlebibat perselisihan mengakhiri pertikaian. Yang bersalah diberikan sanksi.