Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden SBY: Jangan Sampai Seperti Tragedi Sampit

Presiden SBY mengingatkan agar perisiwa bentrokan yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur, jangan

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden SBY mengingatkan agar perisiwa bentrokan yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur, jangan sampai meluas. Jangan sampai, kasus ini seperti peristiwa tragedi berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu, atau dikenal sebagai peristiwa Sampit di Kalimantan Tengah.
 
Dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (29/9/2010) Presiden SBY menyatakan keprihatinannya atas terjadinya kekerasan antar komunitas di Kalimantan Timur itu. Presiden menyatakan, sudah mengintruksikan kepada Kapolri, Panglima TNI, termasuk  Gubernur Kalimantan Timur untuk segera menyelesaikan kasus ini secepatnya.

"Kejadian seperti ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah yang cepat dan tepat, harus tuntas. Kita punya pengalaman 10 tahun lalu ketika terjadi konflik etnis di Kalimantan Tengah. yang disebut dengan peristiwa Sampit," ujar Presiden.

"Bermula dari perselisihan atau perkelahian antara satu dua orang dari komunitas berbeda. Kemudian meluas, membesar sampai terjadi konflik  yang menyebabkan korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit. Saya ingatkan  kepada tiga pejabat yang tadi pagi saya beri instruksi, dulu kenapa persitiwa Sampit jadi luas dan besar, karena  saat terjadi kekerasan, tidak dilakukan langkah cepat, tepat terpadu dan tuntas," papar Presiden.

Semula, kata Presiden,  dipikirkan peristiwa biasa. Namun, meski terlambat, peristiwa ini  langsung ditangani dengan cepat. Dengan mengirimkan pasukan yang lebih besar termasuk TNI untuk mengambil langkah-langkah  cepat dan sistematis agar secepatnya bisa dituntaskan.

"Saya berharap yang terjadi di Kaltim tidak terjadi seperti yang dulu. Dengan syarat langkah-langkah yang sekarang ini terpadu cepat dan tepat dan pejabat turun ke lapangan untuk melakukan langkah yang nyata," tandas Presiden.

"Lindungi yang tidak bersalah, karena ini berangkat dari masyarakat. Saya berharap, gubernur, bupati walikota, tokoh agama dan adat turun ke lapangan, menyadarkan semuanya. Jangalah terus dikembangkan kekerasan seperti ini," katanya lagi seraya menghimbau  kedua suku  yang terlebibat perselisihan  mengakhiri pertikaian. Yang bersalah diberikan sanksi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas