Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Korupsi Kabupaten Langkat

Syamsul Arifin Ngaku Beli Jaguar Nyicil 36 Kali

Syamsul mengaku menggunakan uang pribadi untuk membeli mobil Jaguar. Mobil itu dibeli secara menyicil hingga 36 kali.

Syamsul Arifin Ngaku Beli Jaguar Nyicil 36 Kali
Antara
Mobil Jaguar milik Beby Arbiana, putri Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin. Mobil mewah tersebut disita oleh KPK, Kamis (2/9/2010), karena diduga dibeli dari uang hasil korupsi APBD Kabupaten Langkat Tahun 2004 saat Syamsul Arifin menjabat sebagai Bupati Langkat. 
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita satu unit mobil jaguar milik anak Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin. KPK menduga Syamsul membeli mobil tersebut dari dana APBD Pemerintah Kabupaten Langkat periode 2004-2007.

Namun, Syamsul menepis tudingan tersebut. Ia mengaku menggunakan uang pribadi untuk membeli mobil itu. "Jaguar itu kan punya anak saya. Belinya nyicil 36 kali," ucap Syamsul kepada wartawan yang mewawancarainya sebelum ia menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jumat (22/10/2010) siang.

Ia pun kembali menegaskan bahwa mobil itu dibeli bukan menggunakan dana APBD Pemkab Langkat. "Saya tidak makan APBD. Itu kan kamu yang bilang," ketus Syamsul kepada seorang wartawan.

Syamsul hari ini menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada 20 April 2010 silam, dalam dugaan korupsi APBD Langkat Periode 2004-2007. Dalam kasus itu, diduga negara dirugikan senilai Rp 31 miliar.

Syamsul dijerat Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 8 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Unsur-unsur tindak pidana dalam pasal-pasal itu, antara lain penyalahgunaan wewenang yang dapat memperkaya diri sendiri dan/atau orang lain atau korporasi serta dapat mengakibatkan kerugian keuangan negara.(*)

Penulis: Samuel Febrianto
Editor: Juang Naibaho
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas