Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tim Investigasi dan Polisi Sepakat Tama Sasaran Orang Suruhan

Tim investigasi kasus penganiayaan aktivis ICW, Tama S Langkung, mengaku mendapat kesamaan persepsi dengan pihak Polda Metro Jaya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim investigasi kasus penganiayaan aktivis ICW, Tama S Langkung, mengaku mendapat kesamaan persepsi dengan pihak Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga mengakui bahwa hasil pertemuan yang digelar dengan Polda Metro Jaya mendapatkan perkembangan yang cukup baik.

"Saya kira hari ini, kita mendapatkan perkembangan yang cukup bagus, proses penyidikan kasus Tama bisa tanya ke penyidik langsung, namun secara umum kita telah mendapat kesamaan," Kata Direktur LBH Jakarta, Nurcholis di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, (19/11/2010).

Nurcholis mengatakan kesamaan presepsi tersebut yaitu kedua pihak yakin Tama sedari awal menjadi target orang suruhan yang tidak suka terhadap gerak-gerik aktivis ICW itu. Dirinya juga menjelaskan bahwa pemeriksaan penyidik hingga saat ini masih berkutat pada keterangan saksi, petunjuk di sekitar lokasi kejadian serta peristiwa yang terjadi sebelum penganiayaan.

Hal serupa juga dikatakan oleh Tama S Langkun, menurutnya berdasarkan berkas BAP (Berita Acara Pemeriksaan) dan alat bukti, dirinya sudah ditarget oleh pelaku. "Mereka (pelaku) tidak salah target, itu point pentingnya, pemeriksaan juga dilakukan saat proses sebelum kejadian, saat kejadian dan pasca kejadian," imbuh Tama.

Walau sudah mendapatkan kesamaan persepsi, Tama mengaku belum dapat mengetahui kapan pelaku penganiayaan dirinya dapat terungkap. "Proses penyelidikan kapan selesai, itu sulit karena setiap kasus ada kendalanya, tapi ada semangat dari kepolisian sampai sekarang untuk menyelesaikan kasus itu," terangnya.

Tama menambahkan saat ini kepolisian sedang mengurai motif dibalik penganiayaan yang menyebabkan luka di pelipis kanannya. "Tetapi bahwa asumsi itu tidak salah yaitu sasarannya adalah saya," tukasnya.

Untuk diketahui, seorang aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun, dianiaya orang tak dikenal di Jalan Tanjung Barat 3, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2010) pukul 03.45 WIB. Tama dihadang sejumlah orang usai nonton bareng partai semifinal Jerman versus Spanyol. Diduga penganiayaan itu terkait kritik keras Tama soal rekening gendut sejumlah perwira polisi. Hingga saat ini, polisi belum dapat menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Padahal kasus tersebut menjadi perhatian publik, bahkan  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat mengunjungi Tama ketika dirawat di RS Asri.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas