Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

ANTV Siap Jika Dipanggil KPI

Pihak ANTV hingga saat ini belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang rencananya akan memanggil

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Memuat video…
Laporan wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak ANTV hingga saat ini belum menerima surat pemanggilan dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), yang rencananya akan memanggil stasiun televisi tersebut pada Jumat mendatang (10/12/2010) nanti.

Seperti diberitakan sebelumnya,  beberapa pengungsi merapi ditangkapi polisi setelah ANTV menyiarkan berita soal aksi penjarahan yang didiuga dilakukan warga. Warga yang ditangkapi berdalih mereka sengaja diminta reporter ANTV untuk mempergakannya.

"Tapi kami siap jika memang dipanggil," tutur Pimpinan Redaksi stasiun televisi ANTV Uni Lubis, saat dihubungi wartawan, Senin (6/12/2010).

Menurut Uni, dugaan rekayasa tersebut tidaklah beralasan. Ia menjelaskan bahwa dalam  tayangan penjarahan tersebut tidak ada unsur perekayasaan, sehingga iapun merasa tidak berkeberatan jika mengkonfirmasi berita tersebut kepada siapapun, atapun tudingan dari Pakar Hukum UI, Rudi Satrio bahwa tayangan tersebut adalah tindak pidana

"Nggak masalah" ujarnya yakin.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, salah seorang pengungsi tersebut, Hengky Gunanto (17)  bercerita bahwa warga bersama sejumlah anggota TNI, Brimob, dan Tagana, saat itu tengah membakar bangkai ternak yang sudah membusuk. Karena kehausan dan tidak ada minuman, warga membuka toko milik Pak Maridi.

Kebetulan saat itu ada wartawan sebuah televisi yang berkantor di Jakarta mengambil gambar ketika Nyoto Cs sedang mengambil makanan dan minuman di toko Maridi. Menurut Hengky wartawan tersebut juga menyuruh warga untuk mengulangi hal tersebut untuk diambil gambarnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas