Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketenangan Dibutuhkan Penderita Kanker

AWALNYA saya dulu cerewet. Saya siap diajak ngomong seharian tetapi setelah mengetahui saya menderita kanker, saya sudah merasa akan mati.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - AWALNYA saya dulu cerewet. Saya siap diajak ngomong seharian tetapi setelah mengetahui saya menderita kanker, saya sudah merasa akan mati. Saya hanya bisa menangis, kalut. Setelah sharing dan dan tidak memendam perasaan sendiri,  saya merasa tenang dan bisa bertahan sampai sekarang.

Testimoni ini disampaikan seorang penderita kanker dalam gethering penderita kanker yang diselenggarakan Cancer Information and Support Center (CISC) di Jakarta, Sabtu (8/1/2010), mendapatkan dukungan dr Samuel Haryono dari RS Kanker Dharmais.

Meskipun bagi pasien terasa susah terutama saat pertama kali tahu menderita kanker, bersikap tenang menjadi salah satu cara yang efektif, salah satu cara untuk bertahan dan memperpanjang hidup. Namun sikap tenang harus ditunjukkan secara sungguh-sungguh bukan dibuat.

"Sikap tenang ini berarti mampu menerima kenyataan setelah terkena kanker. Tapi tenangnya harus benar-benar bukan pura-pura," ungkap dr Samuel Haryono.
   
Untuk bisa membentuk sikap tenang kata dia, perlu dicoba dengan mencari pengetahuan sehingga banyak tahu misalnya dengan cara  sharing. "Juga bisa dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan yang dilakukan perkumpulan pasien kanker," ungkapnya.
   
Banyaknya penderita kanker yang terpukul begitu mendengar salah satu kerabat atau rekan meninggal, Samuel mengatakan janganlah menghakimi.

"Pasien harus menghadapi,  mensiasati dan harus merasa  ikhlas bahwa senua akan meninggal dan akan  kembali kepada-Nya," ungkapnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas