Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

SBY Bohong Soal Pemulangan Jenazah TKW

Migrant Care menagih janji SBY soal pemulangan jenazah salah seorang TKW yang dieksekusi mati di Arab Saudi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Alie Usman
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah para tokoh lintas agama dan elemen masyarakat lainnya merilis 18 kebohongan yang dilakukan rezim Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kini giliran Migrant Care yang menagih janji SBY soal pemulangan jenazah salah seorang TKW yang dieksekusi mati di Arab Saudi.

Menurut Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, salah seorang TKW asal Cianjur, yaitu Yanti Irianti binti Kardi diketahui telah dieksekusi mati pemerintah Saudi Arabia pada 12 Januari 2008, tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia. Tragisnya, hingga saat ini jenazah perempuan tersebut belum juga dipulangkan ke Tanah Air.

Menurut Anis, SBY dalam rapat kerja pada 16 Februari 2008 sempat berjanji akan membawa pulang jenazah perempuan malang tersebut. Pemerintah saat itu dinilai gagal melindungi Yanti yang dihukum mati lantaran dituding membunuh anak majikannya.

"Hingga saat ini belum ada jenazah yang dikirim ke rumah keluarga korban. Bahkan, suami dan anak-anaknya masih menunggu janji SBY itu. Kalau sampai sekarang belum juga ada realisasinya, apa bukan bohong namanya," ujar Anis di ruang sidang PGI, Jakarta, Jumat (14/1/2011).

Menurut Anis, kebohongan SBY tersebut telah membuat keluarga TKW malang itu merasa dipermainkan pemerintah. Gino, suami almarhumah Yanti, bahkan sudah tidak mau percaya lagi soal kemungkinan pemulangan jenazah istrinya.

"Saat itu presiden memang janji setidaknya memulangkan jenazah Yanti setelah terlambat tahu ada WNI yang dihukum mati. Kami masih menyimpan draf pidato SBY tersebut. Saya kasihkan ke staf ahli Presiden, Daniel Sparingga untuk mengingatkan SBY," ujarnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas