Dir I Bareskrim: Tidak Ada Tim ke Guyana Cek Paspor Gayus
Direktur I Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agung Sabar Santoso membantah adanya tim penyidik yang terbang ke Reapublik Guyana
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Kisdiantoro
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur I Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agung Sabar Santoso membantah adanya tim penyidik yang terbang ke Reapublik Guyana guna mengecek keabsahan paspor Gayus Tambunan dan keluarga berlabel negara tersebut.
"Enggak ada (tim). Enggak ada," kata Agung seusai Rapat Kerja Polri-Komisi III di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/1/2011) malam.
Menurut Agung, Kepolisian Republik Indonesia hanya mengirimkan surat ke National Central Bureau (NCB)-Interpol untuk mengetahui hal itu. "Kita cuma kirim surat NCB-Interpol saja," jelas Agung.
Pengakuan Agung ini bertolak belakang dengan pernyataan atasannya, Kepala Bareskrim Polri Komjen Ito Sumardi sebelumnya bahwa Polri telah mengirim tim ke negara Amerika Latin itu untuk mengecek keabsahan gambar paspor Gayus dan keluarga yang ditemukan dari e-mail yang dikirim buronan sindikat pemalsu paspor, John Jerome Grice.
Sebelumnya, International Criminal Police Organization (ICPO)-Interpol resmi memasukkan nama warga Amerika Serikat, John Jerome Grice, ke dalam daftar buronan paling dicari atau red notice atas kejahatan pemalsuan paspor Gayus HP Tambunan. Hal ini termuat dalam surat red notice yang diterbitkan ICPO Interpol pada Sabtu (22/1/2011).
Sebagaimana diberitakan, Polri menetapkan John Jerome sebagai tersangka otak pemalsuan paspor atas nama Sony Laksono untuk Gayus.
Dalam kasus ini, selain John Jerome, kepolisian juga menetapkan Gayus dan kaki tangan Joh Jerome, Ari Nur Irawan sebagai tersangka. Dengan berbagai bukti petunjuk yang didapat, Kepolisian RI mensinyalir bahwa John Jerome adalah sindikat pemalsu paspor internasional.
Terakhir, Gayus mengungkapkan bahwa John Jerome adalah agen Central Intellegency Agency (CIA), badan intelejennya Amerika Serikat. Gayus menyebut bahwa operasi agen CIA yang satu ini di Indonesia sudah diketahui dan mendapat restu dari Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Dan kepolisian menyatakan akan menyelidiki pengakuan mengejutkan Gayus ini.