Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yusril: Tak Etis Presiden Ungkap Gajinya

Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengkritik apa yang diungkapkan oleh Presiden SBY yang mengeluh soal gajinya yang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra mengkritik apa yang diungkapkan oleh Presiden SBY yang mengeluh soal gajinya yang tak naik sejak tujuh tahun lalu. Yusril, apa yang diungkapkan presiden, adalah hal yang tak pantas diungkapkan secara langsung.

"Tak perlulah (Presiden SBY) bicara seperti itu. Itukan masalah internal,  hal seperti itu tak pantas dikemukan oleh presiden. Saya tak mengerti apa konteks dia bicara seperti itu. Ya memang, gaji presiden seperti itulah jumlahnya. Waktu saya jadi mensesneg, gajinya memang belum berubah," kata Yusril kepada wartawan DPR, Rabu (26/01/2011).

Ditegaskan,  Presiden SBY bila ingin  membahas masalah gaji, alangkah baiknya dibicarakan dengan Menteri Keuangan dan Panitia Anggaran DPR. Dan tak perlu diungkapkan, mengeluh ke publik.

"Sebaiknya, bicarakan saja dengan Menkeu, Panitia Anggaran untuk tetapkan gaji presiden. Kalau soal gaji dibicarakan, kan harus menyeluruh terkait gaji pejabat negara. Karena memang, terjadi ketimpangan soal gaji," tegasnya.

"Dibahas  menyeluruh. Dan harus ada standarisasi gaji pejabat negara. Perlu pembahasan menyeluruh soal gaji sebab terkait juga dengan pensiunan," katanya lagi.

Meski gaji presiden tak pernah naik selama tujuh tahun, akan tetapi, sambung Yusril,  segala kegiatan presiden, ada anggarannya. Anggaran yang masuk ke dalam APBN, termasuk biaya-biaya operasional, dan rumah tangga.

"Biayanya juga cukup besar. Kan, sekarang ini banyak yang nggak suka sama dia (presiden). Apa saja yang diomongin, pasti salah. Saya konteksnya tidak tahu seperti apa. Ya, orang menanggap itu (pernyataan presiden soal gaji) sebagai keluhan, bisa jadi. Jadi, ngga perlulah bicara begitu," Yursil menandaskan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas