Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Rombongan Besar SBY Pemborosan Uang Negara

rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Swiss dalam jumlah besar merupakan pemborosan dan memperlihatkan motif bobol

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Yudi Latif mengatakan rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Swiss dalam jumlah besar merupakan pemborosan dan memperlihatkan motif adanya pembobolan keuangan negara.  Demikian dikemukakan Yudi ketika dikonfirmasi Tribunnews.com dari Jakarta, Sabtu (29/01/2011).

"Rombongan sebanyak itu memperlihatkan adanya motif pembobolan keungan negara, dan sama sekali tidak menunjukan sensivitas pada kesulitan ekonomi sebagian besar rakyat," kata Yudi.

Menurut dia membawa rombongan besar ke luar negeri memalukan secara internasional. Apalagi Indonesia, sebagai negara peminjam (dana internasional) justru melakukan pemborosan dan menyulitkan tuan rumah.

"Dalam pidatonya SBY (di Davos) mengajak dunia untuk memperhatikan kesejahteraan global, tapi perilakunya sendiri tak menunjukan komitmen pada penghematan keuangan negara," kata Yudi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan delegasi Indonesia ke Davos, Swiss, mendapatkan kecaman keras dari Komunitas Warga Indonesia Swiss (Kowarnis). Sebab delegasi yang dipimpin langsung Presiden SBY mengusung rombongan dalam jumlah tidak sedikit hingga 60 orang.

Presiden sempat menyampaikan pidato di Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Koordinator Kowarnis Slamet Triono dalam rilisnya ke Tribunnews.com menjelaskan kedatangan rombongan paling besar dari seluruh petinggi negara dunia ini, hanya menjadi bahan tertawaan dan ejekan masyarakat Swiss dan dari bangsa lain.

"Di tengah penderitaan masyarakat dan kenaikan harga bahan pokok, pengangguran yang semakin bertambah, korupsi meraja lela, membawa rombongan banyak tidak tepat dan efektif," kata dia.

Dikatakan yang membiayai delegasi besar Indonesia itu siapa lagi kalau bukan rakyat yang taat membayar pajak, demi bisa menitipkan hidup di bumi Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas