Korban Telah Berjatuhan (Foto)
Sudahkan kerukunan umat beragama di Indonesia terwujud? Senin (7/2/2011)
Penulis:
Bian Harnansa
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bentrokan antara warga Ahmadiyah dengan sekelompok massa yang terjadi di Cikeusik, Pandeglang, Banten, menyisakan trauma. Pasalnya, bukan kali ini saja jamaah Ahmadiyah menelan kepedihan berkepanjangan.
Hari Minggu (6/2/2011), jamaah Ahmadiyah bentrok dengan warga di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten. Bentrok tak seimbang, yakni 25 jamaah Ahmadiyah melawan sekitar 1500 kelompok tertentu, mengakibatkan tiga nyawa melayang, enam luka berat dan harta benda ratusan juta rupiah.
Peristiwa kekerasan tersebut disikapi Masyarakat Solidaritas untuk Keberagaman Beragama berkampanye tentang keberagaman agama, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2011). Kekerasan terhadap Jamaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten, juga memancing keprihatinan masyarakat Indonesia.
Mengutip goresan Weinata Sairin, dalam bukunya "Kerukunan Umat Beragama Pilar Utama Kerukunan Berbangsa" tahun 2006, Sudahkan kerukunan umat beragama di Indonesia terwujud? Apakah Kendala-kendala yang dihadapi oleh para pemuka agama dan pemerintah dalam mengimplementasikan kerukunan tersebut? Masalah Kerukunan beragama senantiasa diupayakan baik oleh pemerintah maupun para pemuka agama semenjak berdirinya negara Indonesia yang pluralistik. Namun dalam pelaksanaannya tidaklah mudah. masih sangat diperlukan tindakan konkret disertai rasa optimisme yang tinggi, sehingga kerukunan beragama tidak hanya terkesan sloganistis.