Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Polisi Dinilai Gagal Identifikasi Potensi Kerusuhan

Komisioner Komnas HAM, Joseph Adi Prasetyo menilai pihak kepolisian telah gagal, mengidentifikasi potensi kerusuhaan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Kisdiantoro
Laporan wartawan tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komnas HAM, Joseph Adi Prasetyo menilai pihak kepolisian telah gagal, mengidentifikasi potensi kerusuhaan, dalam dua konflik fisik berbau agama dalam sepekan terakhir.

"Ini teroganisir, seharusnya mereka bisa membaca," ujar Joseph kepada Tribunnews.com, melalui telepon, Rabu (9/2/2011).

Pihaknya, ujar Joseph lebih lanjut, mendapatkan indikasi, pihak kepolisian membiarkan kejadian kekerasan itu terjadi.
"Ada indikasi intel sudah tahu tapi membiarkannya," katanya.

Bila mengetahui adanya potensi konflik seharusnya pihak kepolisian sudah bisa menyiapkan aparatnya, dan besaran eskalasi konflik, sehingga tidak beralasan kalah jumlah dengan pihak-pihak berkonflik.

"Seharusnya sudah bisa dihalau, yang lain pertanggung jawaban komando, dalam situasi rawan pihak polres bisa meminta ke Polda untuk menurunkan personilnya. Tidak ada alasan kalah jumlah," katanya.

Dalam sepekan, dua kejadian kekerasan berlatar belakang agama, pecah. Kejadian pertama pada hari Minggu (6/2/2011), ketika ribuan masyarakat menyerbu Jamaah Ahmadiyah, di Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Tiga orang tewas, sementara puluhan orang lainnya, terluka.
Kejadian kedua ketika tiga gereja dibakar oleh massa, di Temanggung, Jawa Timur, kemarin, Selasa (8/2/2011).

Rekomendasi Untuk Anda

Aksi tersebut diduga dilatarbelakangi kekesalan mereka terhadap pihak Jaksa Penuntut Umum, yang menuntut 5 tahun penjara, terhadap terdakwa kasus penistaan agama, Antonius Richmond Bawengan, yang sidangnya digelar di Pengadilan Temanggung, dekat dengan lokasi pembakaran.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas