Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Kemungkinan Motif Bentrok Ahmadiyah, Temanggung, dan Pasuruan

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin memetakan tiga buah kemungkinan motif pelaku dibalik kerusuhan di Cikeusik, Temanggung, dan Pasuruan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Harismanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin memetakan tiga buah kemungkinan motif pelaku dibalik terjadinya kerusuhan di Cikeusik, Banten, Temanggung, Jawa Tengah, dan Pasuruan, Jawa Timur.

"Pada ketiga kasus tersebut ada multi efek yang bisa menjelaskan motif pelakunya," ujar Din di Jakarta, Minggu(20/2/2011).

Pertama, menurut Din, bisa saja untuk mendiskreditkan tokoh lintas agama, bahwa mereka tidak membina umat. Sekaligus juga pada kasus Temanggung ingin mengeksploitasi sentimen Islam-Kristen.

Berikutnya, lanjut Din, pelaku sengaja ingin mendiskreditkan umat Islam bahwa mereka adalah umat yang tidak toleran. "Terakhir bisa untuk menciptakan instabilitas Indonesia," jelas Din.

Lebih jauh Din mengatakan apapun motifnya, ketiga peristiwa itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak hadir dalam melindungi warga negara, dan kelemahan intelijen yang tidak dapat mengantisipasi peristiwa tersebut padahal potensinya sudah diketahui jauh hari.

"Tokoh lintas agama memang perlu bekerja lebih giat lagi untuk membina toleransi, tapi kegiatan tersebut tidak efektif kalau negara tidak hadir," ujar Din.

Peristiwa Cikeusik, Temanggung, dan Pasuruan, dipandang Din Syamsudin pada satu sisi jelas menunjukkan gejala intoleransi yang masih ada dalam masyarakat yang tidak siap untuk hidup berdampingan secara damai dalam masyarakat majemuk. Ini juga menunjukkan, dakwah tentang Islam ramah dan rahmah belum dihayati oleh semua umat.

Tidak hanya itu, semua hal itu juga didorong oleh faktor-faktor non-agama semisal fakta kesenjangan sosial-ekonomi yang sering menjadi faktor picu untuk menggugatnya lewat isu-isu antar kelompok. "Hal tersebut mudah tersulut apalagi jika ada skenario atau rekayasa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dengan maksud atau tujuan tertentu," tukasnya. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas