Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Joko Anwar: Penarikan Film Kerugian Besar bagi Indonesia

Sutradara film Janji Joni, Joko Anwar akhirnya angkat bicara terhadap penarikan film-film asing di Bioskop Tanah Air. Dirinya melihat penarikan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribunnews.com: Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Sutradara film Janji Joni, Joko Anwar akhirnya angkat bicara terhadap penarikan film-film asing di Bioskop Tanah Air. Dirinya melihat penarikan film asing tersebut adalah kerugian besar bagi Indonesia.

"Film itu salah satu jendela dunia. Bisa buka pikiran. Film apapun itu, horor, drama, 'berpesan moral', ataupun yang nggak. Kehilangan akses terhadap film adalah kerugian. Karena film ngasih pendidikan tentang hidup," tulis Joko Anwar dalam akun jejaring sosial, Minggu (20/2/2011).

Menurut Joko, dengan adanya film merupakan salah satu cara melihat budaya negara lain agar pemikiran tidak menjadi sempit. Karena, menurut Joko, seseorang tidak perlu ke luar negeri untuk melihat budaya negara tersebut. "Kalo bisa ngeliat langsung ya sukurr.. Kalo nggak bisa, ya internet atau film," katanya.

Sutradara film ini menjelaskan, mengapa penonton film lokal mengalami penurunan, karena salah satu alasannya, film tersebut kurang bermutu. Sedangkan penonton film tidak banyak dan beberapa tahun lalu penonton film lokal sudah mulai menurun.

Pendapatan sebagai produser dalam memproduksi film juga dibahas sutradara Pintu Terlarang itu. Menurutnya di Indonesia belum memiliki distributor lokal. "Artinya produser harus masarin filmnya sendiri, biaya promo juga ditanggung produser," tuturnya. hal itu pula yang membuat sineas kapok membuat film.

"Produser film lokal yang punya niat baik bikin film bener juga kapok bikin film lagi. Udah pajaknya tinggi, SDM kurang, penontonnya sedikit," imbuhnya.

Lalu mengapa sampai saat ini para sineas tetap memproduksi film hingga kini?
"Karena bikin film kayak jadi arsitek kehidupan, cing. Bikin jendela buat liat dunia bagi banyak orang," tukasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas