Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Rieke Diah Pitaloka: Ujung-ujungnya Akan Banyak Pengangguran

Produsen film Hollywood menghentikan peredaran filmnya ke Indonesia, mulai Kamis 17 Februari 2011. Keputusan itu diambil karena tidak setuju

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yoni Iskandar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Produsen film Hollywood menghentikan peredaran filmnya ke Indonesia, mulai Kamis 17 Februari 2011.  Keputusan itu diambil karena tidak setuju dengan bea masuk retribusi yang ditetapkan oleh pemerintah di awal tahun.

Penikmat bioskop sangat menyayangkannya jika film-film Hollywood ditarik beredar dari gedung-gedung Bioskop Indonesia. Semua pecinta bioskop merasakan hal itu, tidak terkecuali artis cantik dan politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka.

Menurut Rieke, film Indonesia bisa maju dan lebih kreatif karena terinspirasi film dari luar.

"Saya tidak tahu maksud dan tujuan menaikkan bea masuk untuk filmn luar ya. Ini kan nantinya bisa mematikan bioskop kita sendiri," ujar pemeran Oneng dalam sinetron Bajaj Bjuri saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (20/2 2011).

Rieke yang kini masuk di Komisi IX DPR RI tidak setuju dengan kenaikan bea masuk yang terlalu tinggi dan akhirnya bisa mematikan perfilman nasional.

Rieke mengatakan jika kenaikan bea masuk untuk film impor diimbangi dengan support dan memajuakan perfilman nasional  adalah hal yang wajar. Namun sejauh ini pajak untuk perfilman tidak jelas juntrung penggunaannya.

Dengan tidak adanya film-film luar, Rieke memastikan, bioskop-bioskop lokal tak punya pendapatan. Kalau tak punya pendapatan, tentu akan tutup. Dan film nasional mau tayang di mana. Ujung-ujungnya akan ada banyak pengangguran lagi.

"Ini yang harus dipikirkan pemerintah, dan kalau film-film nasional dengan tema horor, mengumbar adegan seks dengan cara vulgar yang harus meramaikan bioskop Indonesia bagaimana jadinya. Yang pasti nantinya film nasional akan mati suri lagi. saya harap ada penyelesaian yang pasti soal bea masuk film impor ini. agar tidka mengambang," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas