PLN Dapat Pinjaman 80 Juta US Dolar dari Jepang
Japan International Cooperation Agency (JICA) salurkan dana pinjaman sebesar USD 80 juta
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Prawira
Kepala Devisi Energi Terbarukan PLN, Mochamad Sofyan menjelaskan masa pinjaman dana sebesar USD 80 juta dari JICA tersebut adalah 40 tahun dengan bunga 0,7 persen.
"Kami financing JICA hanya 0,7 persen. Pinjamannya sekitar US$ 80 juta.Tenornya panjang karena soft loan bisa sekitar 40 tahun. Kalau tidak murah sulit untuk mengembangkan di Indonesia Timur," ungkap Mochamad dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) di Jakarta, Selasa (22/2/2011).
Dia melanjutkan PLN saat ini tengah mengembangkan Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) dengan kapasitas listrik sebesar 20 megawatt di Tulehu, Ambon Hal ini sebagai salah satu bagian dari usaha PLN dalam program percepatan pembangkit listrik 10.000 megawatt tahap II.
"Yang dikembangkan oleh PLN di Tulehu (adalah berkapasitas) 20 megawatt di Ambon. Kami sedang eksplorasi saat ini. Sebentar lagi selesai," jelasnya.
Sofyan juga menjelaskan untuk mengeksplorasi energi panas bumi di 6 hingga 7 lokasi pada kawasan Indonesia Timur, pemerintah telah menganggarkan dana Rp 1,16 triliun dalam APBN 2011.