Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ba'asyir Merasa Peristiwa Aceh untuk Melenyapkan Dirinya

Ba'asyir menyatakan tuduhan dirinya terkait peristiwa pelatihan militer di Aceh sama seperti saat rekayasa bom Bali I.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba'asyir menyatakan tuduhan dirinya terkait peristiwa pelatihan militer di Aceh sama seperti saat rekayasa bom Bali I. Bahkan, kata Ba'asyir, tuduhan kali ini lebih berat dan berlipat ganda.

"Kalau dalam bom Bali I, saya hanya dituduh yang memerintahkan tapi dalam peristiwa Aceh ini saya dituduh salah satu konseptornya dan yang membiayai sampai sejumlah Rp 1miliar lebih," kata Ba'asyir dalam eksepsinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (24/2/2011).

Ba'asyir menilai tuduhan pelatihan militer di Aceh digunakan agar dirinya bisa dilenyapkan dari masyarakat dan terbunuh. Menurutnya dalam persidangan kali ini, kepolisian melalui Densus 88 sudah menyiapkan segala upaya agar tuduhannya terbukti.

"Semua saksi-saksi sudah disiapkan dengan tekanan Densus 88. Tidak ada saksi yang bebas dari tekanan baik siksaan atau larangan menggunakan pengacara Tim Pembela Muslim," ucapnya.

Ba'asyir juga mengungkapkan bahwa Densus 88 adalah kelompok polisi yang ditugaskan memberantas apa yang mereka namakan teroris.

"Densus 88 hakekatnya adalah alat Amerika dan Australia yang misinya memberantas. Dan menghabisi para pejuang penegak syariat Islam dan mujahidin di Indonesia dengan rekayasa kotor memerangi teroris," tandasnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas