Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gayus Siap Kembalikan Aset di Empat Negara Jika Ada

Gayus HP Tambunan membantah memiliki aset di empat negara, sebagaimana pernyataan Jaksa Agung Basrief Arief di hadapan Wapres

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gayus HP Tambunan membantah memiliki aset di empat negara, sebagaimana pernyataan Jaksa Agung Basrief Arief di hadapan Wapres Boediono pada Kamis (24/2/2011) kemarin.

Jika benar aset bernilai miliaran hingga triliunan itu ada di sejumlah bank di empat negara, Gayus melalui kuasa hukumnya, Hotma Sitompul, menyatakan siap membuka akses aset tersebut.

"Kalau betul ada manusia bisa menunjukkan di situ loh hartanya Gayus di empat negara, maka Gayus akan bikin surat 'Halo Bank, lepas harta itu. Kembalikan ke negara". Ini kan semua itu untuk menimpakan semua kejahatan kepada Gayus," ujar Hotma saat mendampingi Gayus diperiksa di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

Sebagai penegak hukum, Hotma minta Basrief membuktikan pernyataannya agar tidak merusak namanya sendiri.

"Ini jadi pertanyaan, orang bilang harta Gayus ini miliaran, triliuan. Ayo buktikan! Semua ini berbahaya," ujarnya.

Menurut Hotma, Basrief bisa mengatakan soal aset Gayus ada di empat negara, karena mendapat bisikan dari anggota Satgas, Denny Indrayana dan Mas Ahmad Santosa.

Bagi Hotma, hal itu dilakukan Denny dan Ota karena keduanya mengincar kursi Jaksa Agung dan Menteri Hukum dan HAM.

"Berulang kali saya bilang, Denny dan Ota mencari posisi. Kalau itu tidak benar, tampil dong di depan masyarakat. Dan bilang 'Saya tidak mau jadi Menkumham, saya tidak mau jadi Jaksa Agung," tudingnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hotma mengaku mencurigai kedua anggota Satgas itu, karena keduanya mencari-cari kesalahan Menkumham Patrialis Akbar dengan menyidak keberadaan kliennya yang lain Sjahril Djohan di Lapas Cipinang dan rumah sakit.

"Mau cari salahnya Menkumham. Tapi, enggak ada buktinya. Kalau waktu itu Sjahril Djohan ada di luar, jatuh itu menteri hukum dan HAM," katanya.

Karena itu, Hotma mengaku telah menyurati Ketua Satgas, Kuntoro Mangkusoebroto soal perilaku kedua anggotanya itu. Karena belum ada jawaban, Hotma juga mencurigai Kuntoro juga ingin Denny dan Ota dapat dua "kursi empuk" tersebut.

"Saya bikin surat mengadukan kelakukan Denny dan Ota, tapi enggak dijawab. Kuntoro juga mengatakan selaku penilai menteri-menteri, katanya Menkumham tidak perform. Mau ngejatuhin. Mau naik dua orang itu," paparnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas