Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Timnas Bawa Modal Minim ke Turkmenistan

Sebelum terbang ke Turkmenistan melakoni laga kedua 9 Maret 2011, timnas Pra-Olimpiade dijejali sejumlah persoalan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Alie Usman
Editor: Prawira
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Alie Usman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Sebelum terbang ke Turkmenistan melakoni laga kedua 9 Maret 2011, timnas Pra-Olimpiade dijejali sejumlah persoalan.

Mulai persoalan minimnya dana, hingga krisis pemain akibat badai cedera. Tak hanya itu, di tengah kekurangan pasokan pemain, Timnas harus juga kehilangan seorang Titus Bonai yang dicoret akibat tindakan indisipliner.

Pelatih Timnas, Alfred Riedl pun akhirnya hanya membawa 17 pemain mendatangi kandang Turkmenistan. Dengan budget minim dan jumlah pemain yang minim, Riedl kini dituntut membawa pulang hasil yang maksimal.

Tampil di depan publik Turkmenistan, bukan hal mudah bagi Garuda muda untuk membalas kekalahan di leg pertama. Apalagi, faktor iklim juga bukan satu hal yang harus dikecilkan. Suhu dingin Turkmenistan dan tampil di depan ribuan suporter fanatik Turkmenistan dipastikan membuat mental bertanding anak-anak asuh Riedl bakal naik turun. Tak hanya itu, kurang solidnya koordinasi antar lini yang menjadi kelemahan timnas saat leg pertama juga belum semuanya dapat dibenahi.

Di berbagai lini, Timnas kini sedang dalam kondisi kronis. Beberapa pemain pilar yang menjadi ruh timnas saat tampil di Palembang kemarin tidak bisa diturunkan. Pemain gelandang serang, Dendi Santoso tidak bisa diajak terbang lantaran cedera engkel. Sementara pemain belakang, Johan Ahmad Farizi dinyatakan sedang sakit jelang rombongan timnas meninggalkan Indonesia.

Sementara di lini depan, Titus Bonai yang diharapkan mampu tampil lebih agresif di Turkmenistan malah melakukan tindakan indisipliner dan dicoret dari timnas. Tak hanya itu, gelandang timnas, Nasution Karubaba juga tak bisa diboyong ke Turkmenistan lantaran masih berada di Papua menemani ayahnya yang sakit keras.

Meski dengan budget yang minim dan pemain yang minim, namun sang pelatih, Alfred Riedl mengaku akan tampil habis-habisan di kandang lawan. Target tinggi sudah dipatok Riedl.

Timnya akan langsung menyerang Turkmenistan sejak awal menit pertama. Mengandalkan sejumlah nama yang kerap menjadi pemain pelapis, kini pelatih asal Austria tersebut tinggal memotivasi pasukannya untuk bisa bermain lepas tanpa beban. Meskipun, Riedl menekankan barisan depan pemainnya untuk bisa mencetak gol saat berlaga di negara pecahan soviet tersebut.

"saya katakan pada para pemain jika perjalanan akan sangat melelahkan. Laga di kandang Turkmenistan tentu tidak akan mudah. Tapi kami akan berusaha keras. Kami akan tetap mencetak gol di sana. Kami tidak mau menempuh perjalanan ribuan kilometer hanya untuk kalah," ujar Riedl.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas