Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Pemberitaan Wikileaks Pepesan Kosong

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan pemberitaan media Australia tentang bocoran situs wikileaks kalau diteliti dengan seksama

Penulis: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan pemberitaan media Australia tentang bocoran situs wikileaks kalau diteliti dengan seksama bukan hanya menyerang para tokoh yang ada diberitakan dalam harian tersebut.

Pemberitaan itu juga menyerang seluruh lembaga Negara di Indonesia seperti DPR, MPR, MK, MA dan lain-lainnya seolah Indonesia tidak memiliki check and balance sehingga hal itu bisa terjadi.

"Kalau itu dikatakan oleh media nasional itu bisa dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi. Tapi kalau media asing yang memberitakan maka itu menyinggung selain bangsa Indonesia juga seluruh lembaga seperti DPR, MPR, MA, MK," tegas Taufik Kurniawan, Jumat (11/3/2011).

Taufik mengatakan setelah membaca dan menganalisa semua berita itu ibarat mimpi di siang bolong yang penuh dengan pepesan kosong. Ini sudah pembusukan karena dilakukan tanpa ada fakta tanpa ada data yang jelas dan sudah mengarah pada fitnah dan kebohongan besar.

Taufik Kurniawan meminta menlu untuk menggunakan hak jawab dan segera melayangkan nota protes dan bukan hanya sekedar bertemu kepada pemerintah AS dan juga Australia.

"Saya mengusulkan kemenlu harus melakukan langkah-langkah nyata protes diplomatic dan tidak hanya sekedar berdiskusi dengan dubes AS saja, tetap juga protes diplomatic kepada dubes Australia, sekaligus melakukan semacam upaya somasi terhadap media yang bersangkutan," tegasnya.

Taufik mengatakan agar BIN sebagai badan intelejen Negara, melakukan penyelidikan ada apa dibalik ini semua karena pemberitaan ini bertepatan dengan kunjungan resmi Wapres Boediono ke Australia.

"Kenapa informasi itu disampaikan disaat wapres sedang kunjungan resmi di Australia apakah ada pengkhianat bangsa yang sengaja melakukan hal itu dengan menggunakan jurus dewa mabuk," tandas Taufik Kurniawan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas