Anggota JIL: Ini Teror di Luar Dugaan
Anggota Jaringan Islam Liberal (JIL) Abdul Muqsith Gozali mengutuk keras kiriman paket buku yang berisi sebuah bom
Penulis:
Iwan Taunuzi
Editor:
Johnson Simanjuntak
Menurutnya, teror telah menjadi makanan sehari-hari kelompok JIL. Namun teror tersebut hanya sebatas pesan singkat, Facebook atau twitter yang berisikan pembantaian.
"Kami mengutuk keras kiriman yang mengatasnamakan Sulaiman Azhar dengan alasan meminta kata pengantar tapi isinya adalah bom," katanya dalam konferensi pers di Cafe Tempo, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (15/3/2011).
Ia juga mengaku sangat berbela sungkawa terhadap aparat kepolisian yang justru menjadi korban dalam ledakan bom ini.
Seperti diketahui, ledakan bom di depan Cafe Tempo ini melukai tiga korban yakni Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan yang diketahui putus tangan kirinya dan AKP Karliman dimana wajah yang bersangkutan dikena percikan ledakan bom.
Sedangkan satu satpam KBR 68 H juga menjadi korban dengan luka di bagian tangan, wajah dan badan.