Patrialis: Remunerasi Turun dalam Waktu Dekat
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar mengungkapkan remenurasi kepada jajarannya akan segera terlaksana. Dirinya mengaku telah menerima
Penulis:
Ferdinand Waskita
Editor:
Johnson Simanjuntak
"Insya Allah dalam waktu dekat berdasarkan komunikasi pimpinan, ini suatu upaya kita meningkatkan kerja kita," kata Patrialis Akbar di hadapan pejabat eselon I dalam acara Perang Melawan Narkoba di Auditorium BPSDM, Depok, Selasa (15/3/2011).
Ketika ditanyakan masih ada anak buahnya yang bertindak nakal, Patrialis menjelaskan hal tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk tidak dilakukan remunerasi. "Itu kan satu dua, sementara petugas kita 45.000 orang," imbuhnya.
Patrialis menambahkan remunerasi agar tidak terjadi kasus-kasus yang memalukan. Apalagi saat ini kinerja Kemenkumham tengah disorot dengan adanya penangkapan Kalapas Nusakambangan Marwan Adli oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) karena diduga mendapat sejumlah dana dari tahanan lapas. "Masa Kalapas, Karutan, pagar makan tanaman," tukasnya.
Dirinya menambahkan akan terus melakukan pengawasan kepada petugas agar kasus Kalapas Nusakambangan tidak terjadi kembali.
"Secara terus menerus kita lakukan pengawasan, kemudian secara acak dan berkala tes urine kepada petugas, lalu dites kepada seluruh napi," kata Patrialis Akbar di hadapan pejabat eselon I dalam acara Perang Melawan Narkoba di Auditorium BPSDM, Depok, Selasa (15/3/2011).
Patrialis
mengatakan bila ditemukan adanya indikasi menggunakan narkoba maka
dirinya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi kepada mereka.
"Ini shock teraphy dengan sanksi," imbuhnya.
Baca tanpa iklan