Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Priyo: Bom Utan Kayu Tak Berhubungan dengan Politik

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengatakan kecil kemungkinannya ada motif politik

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Prawira
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso mengatakan kecil kemungkinannya ada motif politik dibalik meledaknya bom Ulil di Utan Kayu, Jakarta Timur. Menurutnya hal tersebut terjadi hanya karena perbedaan mahzab yang berujung pada keyakinan.

"Biasanya hal yang berbau seperti ini mungkin bukan perbedaan politik tapi perbedaan mazhab yang berujung pada keyakinan. Kalau politik dugaan saya kecil kemungkinan," ujar Priyo saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Selasa(15/3/2011).

Menurut Priyo, dirinya meminta Kapolri melakukan pengusutan dan penyelidikan secara tuntas, "Dan ini mudah-mudahan peristiwa yang terakhir," jelasnya.

Priyo menjelaskan bahwa tidak dibenarkan perbedaan pendapat sampai berujung seradikal tersebut.

"Saya prihatin dan menyesalkan kejadian itu apalagi kalau pangkalnya perbedaan pendapat mestinya tidak boleh menghalalkan cara-cara seperti itu," jelasnya.

Lebih jauh Priyo mengatakan bahwa, aparat pemerintah harus segera memeriksa dan mengambil langkah untuk menyelidiki secara tuntas peristiwa Utan Kayu tersebut. Namun, Priyo tidak tahu apakah ada hubungannya posisi Ulil sebagai ketua Partai Demokrat atau sebagai pimpinan JIL (Jaringan Islam Liberal) atau sebagai aktivitas lainnya.

"Tapi apapun posisinya tidak bisa dibenarkan hal seperti itu. Tidak bisa dibiarkan sampai jatuh korban. Model teror semacam ini tidak bisa," tandasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas