Tomy Winata: Saya Patuh dan Loyal Pada Siapapun Presidennya
Tomy Winata tidak menyangkal punya kedekatan dengan para pemimpin dan pimpinan di Indonesia. Namun kedekatan itu, kata Tomy, adalah
Penulis:
M. Ismunadi
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tomy Winata tidak menyangkal punya kedekatan dengan para pemimpin dan pimpinan di Indonesia. Namun kedekatan itu, kata Tomy, adalah kedekatan konstitusi.
Siapa pun pemimpin dan pimpinan yang dipilih rakyat melalui sistem pemilu adalah juga pemimpin bagi Tomy.
"Saya patuh dan loyal pada siapapun juga presiden dan wakil presidennya. Yang memimpin
secara konstitusi sampai hari terakhir beliau selaku presiden," katanya.
"Walau pun setelah tak jadi presiden, silahturahmi pribadi masih terjadi kalau masih dimungkinkan. Itu adalah silahturahmi pribadi dengan pribadi beliau. Saya tidak pernah double standar. Dari mulai Presiden Bapak Soeharto, beralih ke Bapak Habibie, beralih kepada Bapak Gus Dur, beralih pada Ibu Megawati, dan sekarang era SBY. Tugas saya adalah mengisi pembangunan dan berkarya di siapa pun juga Presidennya," ujar Tomy.
Sehubungan dengan data WikiLeaks yang kemudian dikutip The Age dan Sydney Morning Herald, Tomy mengatakan bahwa data itu adalah dari sumber yang sulit dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Tomy menyatakan istilah-istilah yang disampaikan dalam konon, katanya WikiLeaks dapat dari Kedubes AS, itu tidak pernah ada. Begitu juga dengan tindakan-tindakan yang menurut WikiLeaks pernah dilakukan Tomy.
"Dan kalau kami melihat apa yang dituliskan Sydney Morning Herald dengan keaslian yang dikeluarkan WikiLeaks tidak apple to apple, ada pendapat-pendapat," katanya.