Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kemenhan Masih Belum Mau Turun Tangan

Kementerian Pertahanan, yang membawahi Tentara Nasional Indonesia (TNI), menyatakan belum mau menangani merebaknya teror bom buku,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertahanan, yang membawahi Tentara Nasional Indonesia (TNI), menyatakan belum mau menangani merebaknya teror bom buku, kendati sudah mengakibatkan satu korban luka, dan meningkatnya intensitas ancaman teror.

Menurut Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, pihak tentara akan turun tangan, apabila tindak teror tersebut, sudah mulai mengancam kedaulatan negara Indonesia.

"Jika sudah mengganggu kedaulatan negara. Pasti kita turun," tegas Purnomo kepada wartawan, di kantornya, Kamis (17/3/2011), siang.

Menurutnya tugas penuntasan kasus teror bom buku, menurut Purnomo milik aparat keamanan, yaitu kepolisian, dan kejaksaan.

"Kalau ke publik itu tugas mereka. Sudah punya tupoksi masing-masing," katanya.

Namun bila diminta, pihaknya akan segera turun tangan. "Kalau perlu bantuan kita turun. Tapi pergerakan pasukan ini ada aturannya," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, setidaknya sudah empat orang, menerima bom buku, selama beberapa hari belakangan ini.

Mereka adalah, petinggi Partai Demokrat (PD), Ulil Abshar Abdalla, Kalahar BNN, Goris Mere, petinggi Ormas Pemuda Pancasila, Japto, dan pemusik Achmad Dani.

Setidaknya sudah satu orang menjadi korban luka dalam insinden teror bom buku, yaitu Kanit Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dody Rahman.
Tangan kirinya harus diamputasi, ketika coba untuk menonaktifkan bom yang dialamatkan kepada Ulil Abshar Abdalla.

Polisi saat ini, masih menangani kasus ini, dan belum menetapkan seorang pun menjadi tersangka.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas