Polri Minta Bantuan Masyarakat Deteksi Pelaku Bom Buku
Ciri kurir yang mengirimkan paket bom untuk di kantor berita KBR 68H yakni bertubuh kurus, tinggi 170 centimeter, berkulit sawo matang
Penulis:
Abdul Qodir
Editor:
Ade Mayasanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mabes Polri meminta bantuan masyarakat untuk mendeteksi dan melapor ke petugas terdekat jika mengetahui para pelaku aksi teror bom buku di lingkungannya.
Polri meminta masyarakat meningkatkan kepekaan masyarakat untuk melihat dan melaporkan orang-orang yang dicurigai di lingkungannya kepada petugas terdekat, seperti Ketua RT, Ketua RW, aparat kelurahan/desa atau Babinkamtibmas yang ada di masing-masing wilayah.
"Untuk antisipasi ancaman teror melalui bentuk paket bom, Polri mohon keikutsertaan masyarakat untuk mendeteksi para pelakunya," kata Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar melalui pesan singkat, Jumat (18/3/2011).
Dalam sepekan terakhir, empat bom buku ditemukan di wilayah Jakarta, yakni di kantor berita KBR 68H yang ditujukan kepada tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla, di kantor BNN ditujukan kepada Kepala BNN Gires Mere, di kediaman tokoh Pemuda Pancasila Yapto Suryoseomarno dan kediaman musisi Ahmad Dani. Satu paket bom di kantor berita KBR 68H meledak seusai diotak-atik Kasat Reskrim Polrestro Jaktim, Kompol Dodi Rahmawan.
Sejauh ini, kepolisian menyimpulkan data pengirim paket bom buku itu adalah fiktif. Dari keterangan saksi, polisi menyebutkan ciri-ciri kurir yang mengirimkan paket bom untuk di kantor berita KBR 68H adalah bertubuh kurus, tinggi 170 centimeter, berkulit sawo matang dan mengenakan topi.
Jika mendapatkan paket atau barang yang mencurigakan ke kepolisian terdekat. "Kepolisian akan berupaya mengecek paket atau barang tersebut, dengan mendatangkan Tim Gegana Brimob," imbuhnya.