Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ray: Pemerintah Harus Selesaikan Kasus Teror Bom Buku

Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti menghimbau pemerintah tak terlalu lama menyelesaikan dan mengungkap dalang dibalik teror bom buku.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menghimbau agar pemerintah tak terlalu lama menyelesaikan dan mengungkap dalang dibalik teror bom buku.

Pasalnya, masalah merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memastikan keamanan masyarakat. Oleh karena itu pula tanggung jawab pemerintahlah untuk mengungkapkan siapa dalang dari semua teror-teror tersebut.

"Kita mendesak agar pemerintah tidak terlalu lama untuk menyelesaikan masalah ini. Semakin lama pemerintah tak mampu mengungkap dalang dan motivasi teror ini tentu makin lama perasaan tak nyaman warga," paparnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (19/3/2011).

Jika tidak, ujungnya kepercayaan masyarakat akan menurun kepada pemerintah. Alhasil ia berharap pemerintah dan elit mulai kembali fokus pada upaya pemulihan kesejahteraan dan keamanan masyarakat.

"Perhatian dan fokus yang luas soal gonjang ganjing  reshuffle mengabaikan perhatian pemerintah untuk melindungi keamanan warga negara. Kita berharap agar presiden kembali fokus. Presidenlah yang paling bertanggungjawab atas rasa nyaman dan keamanan warga," kata Ray

Ray menambahkan, makin hari makin tak ada jaminan atas keselamatan dan keamanan warga negara. Ancaman bom tak lagi hanya mensasar tempat-tempat umum, tetapi kini masuk ke ranah pribadi. Ke rumah, kantor, tanpa arah, siapapun bisa mengalaminya dan tanpa pesan yang dikhususkan kecuali menebar teror di mana-mana.

"Hilangnya rasa nyaman dan keamanan warga menunjukkan kegagalan pemerintah mengelola pemerintahan. Kita mendesak dan menuntut agar presiden segera menuntaskan kasus bom kiriman buku, mengungkap siapa dalangnya, dan memastikan ke depan tidak ada lagi teror seperti ini. Tak cukup diselesaikan dengan pidato dan ungkapan keprihatinan serta pengutukan," pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas