Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mahendradata: Sidang Baasyir Cuma Formalitas Belaka

Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradata menegaskan tanggapan Abu Bakar Baasyir selama di persidangan sesuatu hal yang percuma.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradata menegaskan tanggapan Abu Bakar Baasyir selama di persidangan sesuatu hal yang percuma. Pasalnya, persidangan tersebut sudah di setting dan hanya formalitas belaka. Demikian disampaikan Mahendradata ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (30/3/2011).

"Percuma saja ustadz ketika majelis hakim meminta menanggapi keterangan saksi. Ini sudah disetting dan formalitas," kata Mahendradata.

Dirinya juga menuturkan walaupun tidak mendampingi Abu Bakar Baasyir, namun pihak TPM selalu memberikan saran-saran kkepada Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) itu. "Ustadz juga tidak mau hadir di persidangan tetapi kalau saksi meminta dia akan datang," imbuhnya.

Mahendradata mengungkapkan ketidakhadiran TPM di persidangan disebabkan majelis hakim sudah tidak independen dan netral. Dirinya mengatakan pada saat pembelaan nanti, pihaknya akan menyampaikan ulasan hukum terkait keberpihakan majelis hakim.

Sebelumnya, TPM juga mendatangi Kantor Komisi Yudisial (KY). Mereka mengadukan Majelis Hakim persidangan yang dipimpin Heri Swantoro karena dinilai tidak netral dalam persidangan perkara terorisme.

Seorang tim pengacara Baasyir, Wirawan Adnan, saat menyampaikan di depan anggota komisioner Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, mengatakan Majelis Hakim yang dipimpin Heri Swantoro lebih banyak mengakomodir kepentingan Jaksa Penuntut Umum.

Dia mencontohkan, proses pemeriksaan saksi yang dilakukan dengan teknis teleconference berdasarkan permintaan Jaksa Penuntut di Persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin. Padahal, kata Wirawan, tim penasihat ABB sudah menyampaikan keberatannya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas