Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan KSAL Bernard Enggan Komentari Kasus Rio Mendung

Mantan Kepala Staf angkatan Laut (KSAL), Laksamana (Purn) Bernard Ken Sondakh tak mau berkomentar perihal Marsekal Madya Rio Mendung Thalieb.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kepala Staf angkatan Laut (KSAL), Laksamana (Purn) Bernard Ken Sondakh tak mau berkomentar perihal Marsekal Madya Rio Mendung Thalieb, militer aktif yang menjadi komisaris PT Sarwahita Group Management, perusahaan yang didirikan Inong Malinda Dee.

"O, saya tidak komentar," katanya kepada wartawan di kampus UBK, Rabu (13/4/2011).

Ia mengatakan, merujuk Undang-Undang TNI, seorang tentara aktif tidak boleh berbisnis. Namun demikian, ada kebijakan dari Panglima TNI, seorang tentara aktif boleh mencari pekerjaan sampingan.

"Waktu saya masih letnan, dulu itu sudah ada kebijakan orang kalau sudah tiga atau enam bulan mau pensiun diberi kesempatan mencari kerja supaya begitu dia pensiun, dia juga enak. Sebab kalau pensiun cuma terima gaji yang 15 persen, makan juga nggak mampu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Rio Mendung Thalieb mengakui menjadi Komisaris Utama PT Sarwahita Group Management. Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional itu masuk ke perusahaan Sarwahita pada Oktober tahun lalu. Padahal, perusahaan ini diduga terkait dengan Malinda Dee, yang menjadi tersangka kasus penggelapan dana nasabah Citigold. Sontak Rio pun menjadi sorotan tajam.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas