Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Tafsir Alquran Versi Depag Dituding Picu Radikalisasi

Satu hal yang dianggap memicu radikalisasi di Indonesia adalah Tafsir Alquran keluaran Departemen Agama (Depag).

Tribun X Baca tanpa iklan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S Awwas mengaku sedang menyiapkan sebuah artikel yang pada intinya mencari akar permasalahan munculnya radikalisasi teror di Indonesia.

Menurut Irfan, satu hal yang dianggap memicu radikalisasi di Indonesia adalah Tafsir Alquran keluaran Departemen Agama (Depag).

"Kami meminta peredaran Alquran keluaran Depag ditarik, karena terjemahannya itu banyak sekali yang salah," kata Irfan.

Karena terjemahan yang banyak keliru itu, lanjut dia, maka ini banyak melahirkan akar radikalisasi terorisme di Indonesia. Irfan mengatakan banyak spekulasi yang muncul mengenai pelaku teror di Indonesia, termasuk bom bunuh diri di Masjid Az-Zikro Kompleks Polres Kota Cirebon, Jumat (15/4/2011) siang.

Mengapa targetnya polisi yang sedang menunaikan Ibadah Jumat di Masjid? Secara umum, Irfan menganalisis, teror muncul karena dilandasi dendam amarah.

"Mungkin targetnya polisi karena pelaku teror dendam dengan polisi yang menyeret-nyeret mereka sebagai teroris," kata Irfan.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas