Berjuang Cari Nafkah di Hari Kartini
Hari Kartini yang jatuh 21 April ini ditanggapi beragam oleh warga Jakarta. Satu diantaranya beranggapan hari Kartini harus dapat memotivasi diri
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari Kartini yang jatuh 21 April ini ditanggapi beragam oleh warga Jakarta. Satu diantaranya beranggapan hari Kartini harus dapat memotivasi diri agar lebih giat mencari nafkah.
Rinna, kasir bus trans Jakarta, mengaku saat hari Kartini membuat dirinya lebih termotivasi bekerja dibanding hari biasa. Kebaya yang dikenakannya, walaupun sudah sempit, selalu dipakainya selama dirinya dua tahun bekerja sebagai kasir di bus trans Jakarta.
"Yah walaupun kebayanya sudah sempit, tetapi setiap hari Kartini pasti saya pakai. Hari Kartini lebih memotivasi saya saat bekerja, bukan sebaliknya," ujarnya kepada tribunnews, Kamis (21/4/2011).
Baginya, hari Kartini lebih memotivasinya untuk mencari nafkah, terlebih mengingat kedua buah hatinya yang masih kecil.
"Anak saya satu baru mau masuk TK, yang satu lagi baru dua tahun," katanya.
Menurutnya dari masa ke masa wanita Indonesia selalu berjuang. Bila dulu Kartini berjuang menuntut persamaan hak pada perempuan, Rinna mengaggap dirinya saat ini berjuang untuk membahagiakan kedua buah hatinya sebagai ibu.