Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Motor Hingga Ember Disita Densus 88

Densus Antiteror 88 Polri membekuk enam terduga pelaku bom buku di dua lokasi kontrakan, Pondok Kopi, Jakarta, Kamis (21/4/2011) pagi.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Densus Antiteror 88 Polri membekuk enam terduga pelaku bom buku di dua lokasi kontrakan, Pondok Kopi, Jakarta, Kamis (21/4/2011) pagi. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti dari dua lokasi penggerebakan itu.

Di lokasi kontrakan pertama, milik Darto, Kampung Rawadas RT 01 RW 03 No 81, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Densus 88 mengangkut tas, 4 buku tebal, televisi, jam dinding bergambar senjata api, sepeda motor, sepeda ontel, hingga ember.

"Ada TV, buku tebal 4 biji, jam dinding gambar senjata, sepeda, dan motor dibawa Densus," kata saksi mata, sekaligus tetangga Darto, Zain Aminuddin.

Di kontrakan tersebut, Densus 88 menangkap Darto, Mugi, dan Wari. Dikabarkan, kaki kirinya ditembak anggota Densus 88 di daerah Perumnas Klender, saat berusaha melarikan diri.

Lokasi penggerebakan kedua, berada di rumah kontrakan No 72, sekitar 20 meter dari rumah kontrakan yang digrebek pertama.

Di kontrakan kedua, Densus menangkap tiga terduga pelaku bom bunuh diri lainnya, yang juga rekan dari tiga orang yang ditangkap di lokasi kontrakan pertama. Ketiganya, yakni Kasum, anaknya kasus, dan seorang yang belum diketahui identitasnya.

Di lokasi kedua ini, Densus mengangkut tas selempang, dua koper (traveler bag) dan sepeda motor Yamaha Vega-R. "Yang dibawa ada tas yang selempang sama dua koper yang digeret begitu. Katanya ada laptop juga yang dibawa," ujar tetangga kontrakan, Atis Sutarsih.

Ibu berkerudung ini mengaku kaget saat empat anggota Densus 88 dengan membawa senjata laras panjang menodongkan senjata ke arah penghuni kontrakan tetangga tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kan saklar hidup airnya di luar. Pas mau menyalakan air, tiba-tiba polisi-polisi itu ngarahin senjatanya ke dalam. 'Jangan bergerak'. Saya disuruh 'masuk, masuk'. Yah, saya ketakutan," imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan, di kontrakan No 81, ketiga penghuni biasa berjualan mainan dan penjepit rambut keliling. Sedangkan di kontrakan No 72, ketiga penghuninya biasa berjualan bubur sumsum dan burger keliling.

Kini, kedua kontrakan tersebut telah diberi garis polisi. Namun, hingga berita ini ditulis, puluhan warga tetap menyemut di dua lokasi tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas