Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polri Cium Aksi Balas Dendam Kematian Osama di Indonesia

Kepolisian Republik Indonesia berharap Indonesia tak dijadikan lokasi balas dendam aksi teror atas tewasnya pemimpin Al Qaedah, Osama bin Laden.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia berharap Indonesia tak dijadikan lokasi balas dendam aksi teror atas tewasnya pemimpin jaringan teroris Al Qaedah, Osama bin Laden di tangan Amerika.

Demikian disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/6/2011).

Hal ini disampaikan jenderal bintang tiga itu, karena ia tak mengelak jika aksi balas dendam tersebut kemungkinan ada. Apalagi, Al Qaedah juga punya hubungan dengan sejumlah sel jaringan teroris di tanah air, seperti Umar Patek.

Nama Umar Patek yang juga menjadi buronan Amerika disebutkan kepolisian Indonesia ikut bertanggungjawab atas peristiwa bom Bali I pada 2002 yang merenggut 202 nyawa manusia. Kini, Umar Patek yang ditangkap di Pakistan, tengah menjadi rebutan sejumlah negara, termasuk Indonesia dan Amerika untuk diproses hukum.

Dengan kekuatan yang ada, lanjut Ito, kepolisian Indonesia akan berusaha mengamankan fisik dan kepentingan warga asing di Indonesia, yang kemungkinan bisa menjadi target balas dendam teroris selanjutnya.

"Kepentingan negara asing atau warga asing menjadi tanggung jawab bagi Polri dan seluruh komponen masyarakat untuk mengamankannya," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas