Ayah Hilmi Aminuddin Panglima Perang DI/TII
Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam Supriyanto mengungkap, ayah kandung Ketua Majelis Syuro PKS
Tayang:
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Peningkatan Produksi Negara Islam Indonesia (NII) Imam
Supriyanto mengungkap, ayah kandung Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan
Sejahtera (PKS), Ustadz Hilmi Aminuddin merupakan pendiri sekaligus
Panglima Darul Islam/Tentara Islam Indonesia.
"Ayah kandung Hilmi, Danu Muhammad Hasan adalah tokoh DI/TII, salah satu Panglima DI/TII wilayah Pantura. Dulu, saat Danu ditangkap, Hilmi dari cerita yang didapat mertua saya, mantan NII juga kemudian diungsikan ke Mesir, disekolahkan disana," Imam menuturkan.
Di Mesir, cerita Imam, Hilmi Aminuddin akrab dengan gerakan Ikhanul Muslimin yang kemudian dibawa ke Indonesia. Faham Ikhwanul Muslimin, katanya lagi, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang dibuat di era reformasi. Berdirinya partai itu juga bagian dari NII," kata Imam.
"Saya pernah bertemu dengan tokoh PK, sekarang Walikota Depok, Pak Nur Mahmudi (Walikota Depok). Tapi, ini sikap gentelmen PK, membuat parpol daripada Panji Gumilang yang malah menyusup ke parpol-parpol," tegasnya.
Dijelaskan, Ikhwanul Muslimin di negara asalnya Mesir, adalah gerakan bawah tanah dan setelah punya kekuatan, bergerak masuk ke parpol dan di parlemen.
"Tujuannya supaya ideologi di kehidupan Islami bisa terwujud. Ada dalam tatanan kehidupan. Ikhwanul, harapannya adalah dapat membentuk pranata sosial yang tujuannya Islam," tutur Imam Supriyanto.
"Ayah kandung Hilmi, Danu Muhammad Hasan adalah tokoh DI/TII, salah satu Panglima DI/TII wilayah Pantura. Dulu, saat Danu ditangkap, Hilmi dari cerita yang didapat mertua saya, mantan NII juga kemudian diungsikan ke Mesir, disekolahkan disana," Imam menuturkan.
Di Mesir, cerita Imam, Hilmi Aminuddin akrab dengan gerakan Ikhanul Muslimin yang kemudian dibawa ke Indonesia. Faham Ikhwanul Muslimin, katanya lagi, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Partai Keadilan yang dibuat di era reformasi. Berdirinya partai itu juga bagian dari NII," kata Imam.
"Saya pernah bertemu dengan tokoh PK, sekarang Walikota Depok, Pak Nur Mahmudi (Walikota Depok). Tapi, ini sikap gentelmen PK, membuat parpol daripada Panji Gumilang yang malah menyusup ke parpol-parpol," tegasnya.
Dijelaskan, Ikhwanul Muslimin di negara asalnya Mesir, adalah gerakan bawah tanah dan setelah punya kekuatan, bergerak masuk ke parpol dan di parlemen.
"Tujuannya supaya ideologi di kehidupan Islami bisa terwujud. Ada dalam tatanan kehidupan. Ikhwanul, harapannya adalah dapat membentuk pranata sosial yang tujuannya Islam," tutur Imam Supriyanto.
Berita Populer