Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Anak Kartosoewirjo: Cuci Otak Dikembangkan NII KW 9 Abu Toto

Era kepemimpinan Negara Islam Indonesia Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo tidak mengenal konsep mencuci otak

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Y Gustaman
Editor: Prawira
TRIBUNNEWS.COM, BANTEN - Era kepemimpinan Negara Islam Indonesia Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo tidak mengenal konsep mencuri, merampok, apalagi cuci otak. Konsep cuci otak muncul dalam konsep NII Komandemen Wilayah 9 pimpinan Abu Toto alias Panji Gumilang.

"Dulu (NII) hanya ajarkan dakwah, infaq, dan sadaqah 2.5 persen dari penghasilan yang kita dapat. Cuci otak baru, dan dikembangkan Abu Toto," ujar Sarjono Kartosuwiryo, anak pendiri NII Sekarmadji Maridjan
Kartosoewirdjo, di Serang, Minggu (8/5/2011).

Menurut Sarjono, penetrasi NII KW 9 yang abnormal telah menjelekkan nama NII lainnya yang dalam praktiknya tidak seperti sekarang. Mereka benar-benar berjuang dan memimpikan Negara Islam Indonesia. Namun, karena NII KW 9 juga, umat Islam mendapat predikat buruk.

"Yang masalah adalah kasus NII KW 9. Ada delapan tidak ada masalah. KW 9 adalah bagian dari Jakarta Raya, Tangerang, Bekasi, dan termasuk Banten," ujar Sarjono Kartosuwiryo, anak pendiri NII Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo, di hotel Le Dian, Serang, Minggu (8/5/2011).

Dikatakannya, NII KW 9 dipimpin Adah Jaelani pada tahun 1970 an. Sementara NII di bawah Kartosoewirdjo NII terbagi dalam tujuh wilayah atau sampai KW 7. Setelah bapaknya dieksekusi, riwayat NII tamat, dan semua warganya harus kembali ke pangkuan NKRI.

Maklumat untuk menghentikan jihad fi sabilillah dikeluarkan karena kondisi NKRI sudah dalam kondisi damai. Dan mereka diperintah untuk kembali bergaul dengan masyarakat Indonesia kebanyakan. "Kalau sekarang ada KW 9 yang abnormal dan mereka mengikuti sistemnya (NII)," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas