Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Targetkan 9700 MW Energi Tenaga Air 2015

Pemerintah menargetkan tenaga air dapat dioptimalkan hingga 9700 megawatt (MW) pada 2015.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah menargetkan tenaga air dapat dioptimalkan hingga 9700 megawatt (MW) pada 2015.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Luluk Sumiarso mengatakan hal itu, seperti dilansir Kementerian ESDM, Sabtu (4/6/2011).

Dia melanjutkan potensi sumber daya tenaga air di Indonesia sebesar 75.000 MW. Namun kapasitas terpasang saat ini baru 5.940,04 MW atau sebesar 7,92 persen.

"Kami targetkan pada 2015 pemanfaatan energi air bisa dioptimalkan sampai 9700 MW,"ujar dia dalam Diskusi Panel Pra Indo Hidro, dengan Tema Pengembangan Tenaga Air, di Gedung Direktorat Jenderal EBTKE.

Kemudian, kapasitas terpasang 5.940,04 tersebut terdiri dari pemanfaatan tenaga air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 5.711,29 MW dan pembangkit listrik tenaga mini/mikro hidro (PLTMH) sebesar 228,75 MW.

Saat ini, terdapat delapan usaha inti tenaga air berskala besar (PLTA) dan 146 usaha inti tenaga air sekala kecil (PLTMH). Selain itu, 22 usaha penunjang tenaga air skala besar dan 57 usaha penunjang tenaga air skala kecil.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, Direktur Perencanaan dan Teknologi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN persero) Nasri Sebayang mengemukakan, kendala dalam pengembangan PLTA.

Kendalanya, menurutnya, bukan terletak pada pendanaan tetap ijin dari pemerintah daerah (Pemda).

Dia menegaskan masalah yang dihadapi dalam pengembangan PLTA bukan pendanaan, tetapi karena regulasi dari Pemda.

"Kita minta izin sudah ada yang punya ini, itu baru PLTA belum lagi PLTMH, lebih susah lagi, izin yang diberikan tanpa konsultasi dengan PLN maupun pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM, padahal dana sudah ada baik dari APBN maupun APLN," tegasnya.

Terkait pendanaan, Nasri mengatakan itu tidak sulit, di tengah proyek-proyek PLTA saat ini memiliki nilai kelayakan (feasible). "Finance institution berlomba-lomba untuk memberikan pendanaan, "kata dia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas