Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Data Realisasi DAK Pendidikan SD-SMP tak Akurat

Realisasi atau penyaluran DAK pendidikan yang diberikan kepada SD dan SMP tidak memiliki data-data yang akurat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seknas FITRA menyebut, seharusnya yang perlu dibantu oleh pemerintah adalah dengan memprioritas guru-guru yang ada pada pendidikan dasar dan menengah untuk bersekolah yang lebih tinggi, agar lebih cerdas memberikan pelajaran kepada siswa, dan bukan "memanjakan dosen-dosen" yang mengajar pada perguruan tinggi.

Apalagi saat ini, kata kata Uchok Sky Khadafi, Kordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, sebagaimana rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (5/6/2011), realisasi atau penyaluran DAK (Dana Alokasi Khusus) pendidikan yang diberikan kepada SD dan SMP tidak memiliki data-data yang akurat seperti kebutuhan setiap sekolah setiap tahun. Hal ini bisa dilihat. misalnya dari sekolah minta kebutuhan komputer, tetapi, kementerian pendidikan memberikan peta bumi pada sekolah tersebut.

Sementara, ada sekolah berulang-ulang menerima bantuan DAK dari Kemendiknas dan ada juga sekolah yang belum pernah menerima bantuan DAK sama sekali. "Dan keadaan ini sungguh ironis bagi pendidikan dasar dan menengah kita karena kurang perhatian dari pemerintah. Padahal, sebetulnya alokasi anggaran DAK pada tahun 2011 sungguh besar. Dimana, Kemendiknas menerima DAK untuk disalurkan kepada daerah sebesar Rp 10.0413 triliun," katanya.

Atas permasalahan tersebut, Seknas FITRA mendesak Komisi X DPR menagih data-data yang akurat perencanaan dan realisasi anggaran DAK kepada Kemendiknas saat rapat kerja kedua pihak. Dan pada saat pembahasan RAPBN 2012, DPR juga harus berani untuk memprioritas kebijakan anggaran yang berpihak kepada pendidikan dasar, dan menengah bukan pendidikan tinggi.

"Ini artinya, alokasi anggaran untuk perguruan tinggi harus diturunkan, dan alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi harus dinaikan pada tahun anggaran 2012 ini," ungkapnya.

Untuk Kemendiknas, Seknas FITRA meminta agar lebih transparan dan akutabel dalam melakukan penyaluran anggaran DAK, baik berupa penyaluran seperti buku pengayaan, buku referensi, alat paraga pendidikan, dan sarana penunjang atau alat elektronik pendidikan, sarana teknologi dan komunikasi pendidikan dan multi media. (*)

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Harismanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas