Pramono Edhie Wibowo Pernah Jadi Ajudan Megawati
Saat masih berpangkat kolonel, Pramono Edhie Wibowo tercatat sebagai salah satu ajudan Megawati saat masih menjabat sebagai presiden.
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat masih berpangkat kolonel, Pangkostrad Letjen Pramono Edhie Wibowo tercatat sebagai salah satu ajudan Megawati saat masih menjabat sebagai presiden. Adik ipar Presiden SBY ini dikenal sebagai sosok yang ramah.
Trimedya Panjaitan, politisi PDI-P tak memungkiri, adik Ny Ani Yudhoyono adalah ajudan Megawati saat itu. Kini, Letjen Edhie Pramono Wibowo digadang-gadang akan menjadi KSAD menggantikan George Toisutta yang sudah memasuki masa pensiun.
Sebelumnya, pengamat ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy sudah memprediksi, Edhie Pramono Wibowo akan jadi KSAD, Bahkan, bukan tidak mungkin, Edhie Pramono Wibowo menjadi salah satu kandidat capres di 2014 mendatang.
Bila ini tak meleset prediksinya, lanjut Noorsy lagi, maka, dinasti Sarwo Edhie Wibowo berlanjut.
"Pramono Edhie Wibowo pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri atas permintaan Bu Mega sendiri. Data ini membuka analisis, PDIP tidak keberatan Pramono Edhie Wibowo capres dan cawapresnys dari PDIP. Karena itu, walau PDIP oposisi, tapi jalinan komunikasi dengan PD tetap intensif," kata Noorsy beberapa waktu lalu kepada tribun.
Petinggi PDI-P lainnya, Andreas Pareira menegaskan, penetapan promosi seorang perwira menjadi kepala staf angkatan termasuk KSAD adalah wilayah presiden. Menurutnya, tidak ada hubungan latar belakang Pramono Edhie Wibowo sebagai mantan pengawal Megawati ketika menjadi presiden.
"Promosi untk Pramono Edhie Wibowo mnjadi KSADd bukan hal yang mengejutkan. Banyak kalangan sudah menduga bahwa yag bersangkutan memang dipersiapkan untuk memegang jabatan KSADd. Bahkan banyak yang mnduga yang bersangkutan calon menjadi Panglima TNI," kata Andreas.
"Kita berharap, promosi ini memang didukung kapasitas dan kapabilitas individu Pramono Edhie Wibowo, bukan karena yang bersangkutan adalah iparnya presiden. TNI-AD membutuhkan pimpinan yamg mempunyai kemampuan leadership terbaik untuk membangun TNI, bukan sekedar perwira tinggi yang 'diberi' bintang empat," sergahnya.