Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

NU: Korupsi di Indonesia Sudah Sangat Parah

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, korupsi di Indonesia begitu berkembang pesat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, korupsi di Indonesia begitu berkembang pesat.

Tidak hanya di pusat, tetapi juga di seluruh daerah tanpa terkecuali dengan skala yang semakin besar.

Menurut ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, tindakan negatif ini juga tidak hanya dilakukan aparat negara atau pengusaha, tetapi sudah dilakukan aparat hukum dan politisi.

"Maraknya korupsi yang dilakukan penegak hukum dan politisi menjadi ukuran paling tinggi, betapa parahnya tingkat korupsi di negeri ini," kata Said Aqil dalam taushiyah untuk bangsa peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke-85 di sekretariat PBNU, Jakarta Pusat, Sabtu (18/ 6/2011).

NU merasa prihatin karena masuknya korupsi ke kalangan penegak hukum dan politisi membuat penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi menjadi mandul dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara semakin lemah.

"(Korupsi) Makin memprihatinkan karena disinyalir bahwa masyarakat pun sudah sangat permisif, kurang peduli terhadap persoalan korupsi. Parahnya tingkat korupsi ini dengan sendirinya akan makin menggerogoti moral bangsa dan mempercepat pengeroposan pilar-pilar NKRI yang ujungnya akan menghancurkan bangsa dan negara ini," paparnya.

Rekomendasi Untuk Anda

NU, kata Said Aqil, berkewajiban mengajak semua elemen bangsa untuk bergerak dan pro aktif sesuai kedudukan, kompetensi, dan kemampuan masing-masing untuk ikut dalam gerakan pemberantasan korupsi yang membahayakan kelangsungan negara ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas