Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anak Ruyati: Sudah Terlambat Presiden, Ibu Sudah Dipancung

Menyikapi pidato Presiden SBY yang mengaku terkejut atas vonis hukuman pancung terhadap Ruyati binti Satubi dinilai tak ada artinya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Yudie Thirzano

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menyikapi pidato Presiden SBY yang mengaku terkejut atas vonis hukuman pancung terhadap Ruyati binti Satubi dinilai tak ada artinya oleh Een Nuraini yang tak lain putri sulung Ruyati.

"Terlambat, ibu sudah dipancung, saya sudah kehabisan air mata," ungkapnya saat ditemui di kediamannya di Kampung Ceger, Sukatani, Bekasi, Kamis (23/6/2011).

Ia pun tak bisa menyembunyikannya kekecewaannya terhadap pemerintah yang dianggap tidak bisa melindungi warga negaranya saat mengais rejeki di negeri orang. Padahal pemerintah menganggap TKW dan TKI adalah pahlawan devisa, terlebih setelah kematian Ruyati.

"Saya kecewa kepada pemerintah. Kenapa di depan rumah kok ada beginian (bendera putih dan karangan bunga)," tandasnya.

Ruyati dihukum pancung Sabtu 18 Juni 2011 setelah dinyatakan bersalah membunuh seorang wanita di Arab Saudi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas