Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Berbohong karena Panik Kematian Ruyati

Mahfudz Siddiq menganggap sikap berbohong Menlu Marty Natalegawa karena panik kasus tewasnya Ruyati, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq menganggap sikap berbohong Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa karena panik kasus tewasnya Ruyati, TKI yang dihukum pancung di Arab Saudi lolos dari pantauan kinerjanya.

"Pemerintah memang terlihat panik, karena kasus ini muncul seperti tiba-tiba tanpa ada info sebelumnya dari pihak-pihak terkait,"ujar Mahfudz saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (24/6/2011).

Sebelumnya Kedubes Arab Saudi melansir bahwa Menlu Marty telah berbohong. Kedubes Arab lewat pernyataan pers menyatakan Dubes Arab tidak pernah menyatakan permintaan maaf karena eksekusi pancung Ruyati dilakukan tanpa pemberitahuan.

"Dubes Arab tidak menyampaikan permintaan maaf kerajaan Arab karena tidak memberitahukan eksekusi hukuman Ruyati binti Satubi kepada Kedubes RI di Riyadh. Dia juga tidak mengatakan kepada Menlu RI bahwa Arab lalai dalam melaksanakan eksekusi (prosedur)," tulis Kedubes Arab.

"Yang dikatakan Dubes adalah dia akan menyampaikan keinginan Menlu RI terkait kasus Ruyati kepada pemerintah Arab dan menyampaikan surat Menlu RI kepada Menlu Arab Pangerang Saud Al-Faisal," lanjutnya.

Ruyati tewas setelah dipancung karena membunuh majikannya pada akhir pekan lalu. TIdak ada pemberitahuan saat pemerintah Arab Saudi hendak melakukan eksekusi pancung tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas