Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Terancam Dipancung, Sumartini Kirim SMS Minta Doa Keluarga

TKW Sumartini yang terancam dipancung di arab saudi berikirim SMS meminta didoakan lulus ujian khatam al quran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Sumartini (33) yang terancam dihukum pancung di Arab Saudi, pagi tadi, Sabtu (2/7/2011) meminta doa kepada keluarga melalui pesan singkat supaya dirinya lulus ujian khatam Al-Qur'an.

Tetapi pesan singkat Sumartini kepada keluarganya bukan membuat tenang. Justru, keluarganya semakin khawatir, karena berdasarkan kabar dari orang-orang yang pernah ke Arab Saudi, biasanya orang-orang yang akan dihukum mati harus khatam dulu Al-Qur'an.

"Tadi pagi ia meng-SMS, isinya doakan saya agar supaya bisa lulus khatam Al-Qur'an. Berdasarkan pengalaman dari orang-orang yang pernah ke arab saudi, kalau seperti itu akhirnya dipancung," kata kaka Ipar sumartini, Patarudin saat ditemui dibunderan HI, Jakarta Pusat, Sabtu (2/7/2011).

Sebelumnya sekitar pukul 06.00 WIB, Sumartini yang saat ini dikabarkan sudah didampingi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pun sempat menelepon keluarganya. "Saya tidak tahu mau diapain,' ucap sang kakak menuturkan kalimat Sumartini dalam telepon.

Pihak keluarga kini sedang dilanda kepanikan yang luar biasa setelah mendapatkan kabar dari Sumartini. "keluarga di kampung langsung panik mendengar kabar tersebut,' imbuhnya.

Selain itu keluarga pun telah mengetahui bahwa sebelumnya Sumartini sempat mengajukan banding, tetapi banding pertamanya tersebut di tolak. Kini Sumartini kembali mengajukan banding.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bila sampai tiga kali bandingnya ditolak, maka ia bisa dipancung," ucap sang kakak.

Sumartini ditahan dari tahun 2009 karena dituduh menggunakan sihir oleh majikannya untuk melenyapkan anak majikannya yang berumur 17 tahun. Tetapi ternyata dalam waktu sepuluh hari, anak majikannya kembali ke rumah.

Entah apa yang terjadi, meskipun anak sang majikan telah kembali pada saat itu, tetapi Sumartini masih tetap ditahan sampai saat ini, bahkan terancam dihukum pancung. "sudah dua tahun Sumartini ditahan," ujarnya dengan muka terheran-heran.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas