Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Din Syamsuddin: Pemerintah Gagal Lindungi TKI

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai pemerintah telah gagal melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai pemerintah telah gagal melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Sumartini yang kini terancam hukuman pancung lantaran dituduh melakukan sihir terhadap anak majikannya merupakan bukti telak pemerintah gagal melindungi warga negaranya.

"Seyogyanya pemerintah bisa membebaskan Sumartini, karena penyebab hukuman sudah tidak bisa dipertahankan. Bila Sumartini tidak bisa dibebaskan, berati pemerintah gagal atau tidak serius melindungi warganya," kata Din seusai memimpin doa untuk para TKI di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Sabtu (2/7/2011) malam.

Din menyarankan, sebaiknya Satgas TKI yang baru dibentuk pemerintah segera bertolak ke ke Arab Saudi untuk melakukan pendekatan terhadap kerajaan Arab Saudi dalam rangka membebaskan Sumartini dan kawan-kawannya yang mengalami hal serupa di banyak negara.

"Kalau sudah dua tahun lebih, berarti pemerintah kurang intensif lakukan pendekatan. Kalau betul mau berjuang, pemerintah harus ngotot dan serius, sehingga Sumartini bisa dibebaskan," ucapnya.

Sumartini ditahan sejak 2009 karena dituduh menggunakan sihir oleh majikannya untuk melenyapkan anak majikannya yang berumur 17 tahun. Tetapi ternyata, dalam waktu sepuluh hari, anak majikannya kembali ke rumah.

Rekomendasi Untuk Anda

Entah apa yang terjadi, meskipun anak sang majikan telah kembali pada saat itu, tetapi Sumartini masih tetap ditahan sampai saat ini, bahkan terancam dihukum pancung.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas