Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dewan Pers Sarankan Partai Demokrat Pakai Hak Jawab

Dewan pers pun meminta kepada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan Nazaruddin mengadu ke lembaga tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Yudie Thirzano

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pers menganggap berita yang dimuat di media massa dan bersumber dari isi Blackberry Messenger(BBM) mengandung kepentingan publik. Apabila pers diam, masyarakat tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi atas kasus Wisma Atlet Sea Games di Jaka Baring, Palembang, Sumatera Selatan.

Terlebih lagi pengacara Nazaruddin OC Kaligis pernah mengancam akan membeberkan semua. "Dia bilang kalau Nazaruddin ngomong kotak pandora akan terbuka," ujar Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Wina Armada Sukardi saat acara diskusi DPD bertajuk "Ada Apa dengan Demokrasi dan Media Massa" di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (15/7/2011).

Apalagi lanjut Wina, yang diketahui pers tidak membeberkan semua dalam berita. Ada proses penyaringan. Sejumlah media massa, lanjut Wina, bahkan selalu menulis diduga berasal dari Nazaruddin.

Dewan pers pun meminta kepada pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan Nazaruddin mengadu ke lembaga tersebut. "Kalau merasa ada yang salah kan ada hak jawab."pungkasnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas