Banyak Anggota Panja Tolak Periksa Mashuri di Bareskrim
Kemungkinan besar anggota Panja Mafia Pemilu tak akan mau memeriksa Mashuri Hasan terkait surat palsu MK di Bareskrim.
Penulis:
Y Gustaman
Editor:
Gusti Sawabi
Laporan wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kemungkinan besar anggota Panja Mafia Pemilu tak akan mau memeriksa Mashuri Hasan terkait surat palsu Mahkamah Konstitusi di Bareskrim Polri. Mereka menolak meminta keterangan juru panggil MK yang disebut-sebut sebagai saksi kunci itu.
I Gede Pasek Suardika adalah salah satu anggota Panja yang bakal absen jika pemeriksaan Mashuri tetap di Bareskrim. Pasek beralasan, DPR mempunyai hak imunitas untuk memintai keterangan siapapun termasuk dalam kasus surat palsu MK.
"Akhirnya musyawarah mufakat dalam rapat tertutup menyimpulkan menolak tu. Kalau toh Pak Chairuman akan datang, biarin saja. Teman-teman hampir menolak. Akbar Faisal menolak, Budiman Sujatmiko menolak," ujar Pasek ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/7/2011).
Dikatakan Pasek, dengan demikian, Polri justru yang harus menghadirkan tersangka. Ia meminta Polri membuka mata, karena sudah jelas dalam UU tentang DPR dan MPR memanggil siapapu datang untuk dimintai keterangan. Apa yang ingin ditanyakan Panja, kepada Mashuri, bukan pada penyidik.
"Saran saya, Kapolri perintahkan Bareskrim yang masih baru baca undang-undang. Disitu dijelaskan, kalau tidak datang bisa disandera. Artinya dijemput. Artinya kan dalam posisi (Mashuri) ditahan lebih tidak ada alasan lagi untuk tidak dihadirkan," imbuh anggota Komisi II ini.
Anggota Panja lainnya yang tidak mau menyebutkan nama, mengatakan hal senada dengan Pasek. Menurutnya, jika Panja sampai datang ke Bareskrim, sama saja mendegradasi peran DPR.
Sebelumnya, Ketua Panja Chairuman mengaku belum memastikan bahwa Panja akan memeriksa Mashuri di Bareskrim, Kamis nanti. Saat ini Panja masih melakukan koordinasi, apakah akan mendatangi Bareskrim, atau sebaliknya, meminta Bareskrim mendatangkan Mashuri ke Panja.(*)