Inisiator: Tak Aneh Partai Demokrat Diterpa Badai
Setelah Kongres di Bali, imbuhnya, dipakailah burung Rajawali dan terbang tinggi, sehingga tiga kata yang dijadikan logo partai tertinggal.
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Yudie Thirzano
Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Seorang inisitor pendirian Partai Demokrat, B Tonti mengaku tidak merasa aneh jika kini partai penguasa tersebut diterpa badai yang cukup kencang menyusul tudingan mantan Bendahara Umumnya M. Nazaruddin yang kerap menuding elit partai, tak terkecuali Ketua Umum partai Demokrat Anas Urbaningrum.
"Logo Demokrat waktu kami membuat partai Demokrat ada gambar Rajawali dan terpampang tulisan nasionalis, religious dan humanis," ungkap B Tonti dalam diskusi "Burung Nazar Menggali Kubur SBY dan Demokrat" di Doekoen Coffe, Jakarta, Minggu (24/7/2011).
Namun setelah Kongres di Bali, imbuhnya, dipakailah burung Rajawali dan terbang tinggi, sehingga tiga kata yang dijadikan logo partai tertinggal.
"Akhirnya, masuklah Anas (Urbaningrum), Jafar Hafsah. Jadi yang memahami tiga kata itu, tidak ada lagi," tandasnya.
Hal tersebut diperparah dengan situasi di internal Partai Demokrat sebagai partai bukan kader yang berakibat semua orang bisa memasuki partai ini.
"Jadi kalau terjadi peristiwa seperti saat ini di Demokrat, tidak aneh," tukas Tonti.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.