Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Idealnya Kandang Orangutan TMR Ragunan Diisi 30 Ekor

Saat ini populasi orang utan di TMR Ragunan berjumlah 55 ekor.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DKI Ipih Ruyani menerangkan bahwa idealnya kandang orang utan di Taman Marga Satwa (TMR) Ragunan diisi 30 ekor orangutan. Saat ini populasi orang utan di TMR Ragunan berjumlah 55 ekor.

Pernyataan Ipih ini untuk menanggapi protes yang dilakukan oleh Centre for Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengenai nasib orang utan di TMR Ragunan yang dinilai tidak diperhatikan.

Ipih menerangkan 55 ekor orang utan ini hidup di tujuh lokasi kandang seluas 5,2 hektar yaitu Tunel Pusat Primata Schmutzer (PPS), Nyonya Ulla Von Mangden, kandang karantina, kandang orang utan utara, kandang orangutan selatan PPS, kandang orangutan tengah, dan kandang orang utan baru.

"Ulla Von itu sukarelawan yang mengurus orangutan di Ragunan. Dia sudah bertahun-tahun di sana, sejak zaman Gubernur Ali Sadikin," ujar Ipih, Kamis (4/8/2011). Menurutnya saat ini pengelola TMR Ragunan telah menyediakan kandang yang layak untuk hidup dan bermain bagi orang utan. Pengelola juga memberikan pasangan bagi orang utan yang sudah cukup umur, memberikan vitamin, dan menyediakan perawat serta tenaga medis untuk merawat orangutan.

"Untuk mengatasi overload kandang orangutan, kami sudah menyiapkan langkah-langkah yang tertuang dalam road map 2009-2012," ucapnya. Dikatakannya, implementasi road map dilapangan telah dilakukan perbaikan kandang orangutan, penambahan enrinchment, dan pembangunan kandang orangutan baru dalam rangka menambah kapasitas kandang untuk memenuhi standar kesejahteraan orang utan.

Ditambahkannya, perbaikan dan pembangunan kandang orangutan masih dilakukan pada tahun 2011 dan 2012 dengan dukungan APBD DKI. Selanjutnya ada juga kerjasama tukar menukar satwa dengan Lembaga Konservasi Dalam Negeri maupun Lyar Negeri.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas