Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Partai SRI: Terlalu Pagi Menduetkan Anas dan Sri Mulyani

Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) tak ingin buru-buru menduetkan Sri Mulyani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Editor: Ade Mayasanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) tak ingin buru-buru menduetkan Sri Mulyani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Untuk urusan pendamping di pemilihan presiden 2014, Partai SRI menyerahkan semuanya kepada mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

"Itu terserah Sri Mulyani,"ujar Ketua Umum Partai Serikat Rakyat Independen, Damianus Taufan saat dihubungi melalui telepon oleh wartawan, Kamis(4/8/2011).

Menurut Damianus, terlalu pagi apabila saat ini sudah membicarakan duet Sri Mulyani dan Anas. "Kita sebatas mengusulkan, dan terlalu pagi mengatakan itu,"jelasnya.

Damianus menambahkan saat ini SRI belum akan melakukan langkah apapun. Mereka masih akan menunggu verifikasi dari Kemenkumham. "Belum ada, kita masih menunggu verifikasi dari Kemenkumham,"jelas Damianus.

Saat disinggung mengenai figur Sri Mulyani yang tersandera kasus Bank Century, Damianus menyerahkan hal itu kepada rakyat. "Biarin saja biar rakyat yang menilai. Kalau kita yang menilai nanti subjektif,"pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Partai Demokrat mengaku tidak masalah apabila ada wacana untuk menduetkan Anas Urbaningrum dan Sri Mulyani menjadi Capres dan Cawapres di 2014 nanti.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau bagi saya tidak ada masalah bila ada koalisi Capres atau Cawapres," ujar Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Max Sopacua saat dihubungi wartawan, Kamis(4/8/2011).

Meski begitu menurut Max pihaknya belum sampai kepada tahap pemikiran penyiapan calon presiden. Partai Demokrat, lanjut Max baru memikirkan hal itu tahun 2013 mendatang.

"Kita belum sampai ke tahap pemikiran penyiapan calon presiden. Demokrat baru berpikir soal itu tahun 2013,"jelasnya.

Saat disinggung terkait kemungkinan Sri Mulyani digaet Anas, Max melihat tergantung dari hasil akhir kepemimpinan Anas di Partai Demokrat.

"Itu saya kira tergantung hasil akhir dari kepemimpinan Anas di Demokrat. Kita punya mekanisme tersendiri menentukan calon. Yang pasti kredibilitas dan ketokohan termasuk popularitas menjadi perhitungan utama," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas