Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menteri Pertahanan Ingatkan Krisis Nasionalisme

Penyelesaian konflik kini bukan lagi dengan cara adu kekuatan. Namun tepat menggunakan cara kecerdasan dan kemampuan otak.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Prawira

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Penyelesaian konflik kini bukan lagi dengan cara adu kekuatan. Namun tepat menggunakan cara kecerdasan dan kemampuan otak.

Cara masyarakat sipil untuk mengembangkan nilai-nilai luhur para bapa bangsa yang sudah luntur dengan pendidikan bela negara melalui pembangunan pondasi nasionalisme. Demikian diungkapkan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, dalam seminar  kebangsaan, “SEMINARI UNTUK BANGSA INDONESIA” di Seminari Menengah St Petrus Canisius Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (13/8/2011).  

Seminar tersebut juga dihadiri oleh pembicara lainnya yakni Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri  (Mantan Wakil KASAD), Pos M Hutabarat (Dirjen Pothan Kemenhan),  Brigjen Pol AA Maparessa (Kapus Sejarah Polri), Kol CPL Jan Pieter Ate  (Kabag Dokumentasi Kemenhan) dan dipandu oleh Kornelius Purba (Senior Managing Editor The Jakarta Post).

Purnomo menjelaskan bahwa kalau dahulu ancaman sifatnya masih bisa dinalar, sekarang sudah tidak bisa dinalar lagi. “Saat ini banyak orang meledakkan bom dengan membunuh dirinya sendiri, ini sudah di luar nalar,” katanya.

Hal itu membuktikan rasa nasionalisme telah terkikis. Maka, lanjut Purnomo, sudah selayaknya nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air harus terus dipupuk sejak dini.

Purnomo menegaskan untuk membela negara tidak harus menjadi militer tetapi melalui pembangunan pondasi nasionalisme. “Ini perlu dipupuk melalui pendidikan anaka-anak muda. Seminar ini merupakan refleksi yang tepat untuk mengembalikan nilai-nilai yang luntur,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Purnomo, negara bangsa Indonesia harus dibangun dalam satu kesatuan ideologi politik, ekonomi, sosial, budaya dan hamkam. Tidak bisa hanya dibangun hanya dari salah satu sektor saja. Selain itu, Indonesia tidak dibangun dalam satu etnik semata, tetapi dibangun dengan susah payah melalui berbagai komponen masyarakat Indonesia seutuhnya, dan itulah bangsa Indonesia yang dikagumi dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas