Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

JK Usulkan Hilal 4 Derajat Untuk Tentukan Hari Lebaran

Perbedaan penggunaan metode dalam menentukan tanggal 1 Syawal selalu berakibat perbedaan waktu hari raya Idul Fitri

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perbedaan penggunaan metode dalam menentukan tanggal 1 Syawal selalu berakibat perbedaan waktu hari raya Idul Fitri di Indonesia.

Untuk mengakomodasi antara metode rukyat dan hisab, Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Mohammad Jusuf Kalla mengusulkan agar kriteria hilal minimal 4 derajat.

"Ini perhitungan antara dua dengan enam derajat. Kita usulkan kita tentukan minimum empat derajat. Kalau 4 derajat itu hisabnya dan rukyatnya benar," kata JK saat ditemui di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/2011).

Perbedaan penentuan Idul Fitri selama ini seakan membuat kebingungan di masyarakat, sehingga JK mengingatkan untuk mengambil yang praktisnya saja demi keutuhan umat.

"Kan idul fitri itu syaratnya sunah, sementara mempersatukan umat itu wajib," tegasnya.

Dalam penetapan 1 Syawal 1432 Hijriah terdapat perbedaan di mana pemerintah menetapkan Rabu (31/8/2011) sedangkan Muhammadiyah Selasa (30/8/2011). Perbedaan tersebut bukan pertama kalinya, tetapi sering terjadi.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas